logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 26 Nopember 2007 OLAHRAGA
Line

Arema Tumbang di Kandang

MALANG-Arema gagal memanfaatkan dukungan antusias suporternya dalam pertandingan di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, kemarin. Mereka menyerah 0-1. Seusai pertandingan, suporter tidak puas pada korps wasit yang terdiri atas Alil Rineggo, John Rafendi, dan Syukri AR. Trio itu mendapat perlindungan dari petugas keamanan saat meninggalkan lapangan, agar terhindar dari lemparan-lemparan penonton.

Gol tunggal itu tercipta sekitar satu menit setelah babak kedua dimulai, lewat kaki Heru Nerly. Sebenarnya kiper Hendro Kartiko sudah dua kali berhasil menggagalkan bola masuk ke gawangnya dari tendangan Alberto maupun Jeremiah.

Namun, Heru berhasil memanfaatkan bola mental. Kemenangan itu membawa pasukan Mutiara Hitam semakin kokoh berada di puncak klasemen sementara Wilayah II.

Dalam big match itu, penonton melebihi kapasitas tempat duduk, sehingga ada yang harus melewati pagar pembatas untuk berdesakan di pinggir lapangan.

Tingginya minat orang untuk menyaksikan partai itu mengakibatkan calo memasang harga tinggi.

Tiket ekonomi yang resminya Rp 15 ribu, laku dijual Rp 35 ribu. Tiket VIP seharga Rp 40 ribu tetap laris, meski ditawarkan Rp 75 ribu.

Pertandingan itu sarat aroma dendam. Pasalnya, ujung tombak Arema Emaleu Serge pernah mendapat ganjalan keras dari palang pintu Persipura, Bio Paolin, saat main dalam Piala Yusuf di Makassar beberapa waktu lalu. Ganjalan itu mengakibatkan Serge tak bisa main sampai sekarang.

Dari sisi hasil, Arema juga gagal memetik poin dari Persipura pada putaran pertama. Dalam pertemuan di Jayapura itu mereka kalah 0-1, dengan gol didapat lewat kaki Paolin.

Permainan memang berlangsung keras, namun sportivitas relatif terjaga sehingga kekhawatiran terjadi balas dendam pada Paolin tak terjadi.

Kiper

Ternyata Arema gagal membalas kekalahannya. Acungan jempol layak diberikan pada Jendry Pitoy, penjaga gawang Persipura. Dia berkali-kali menyelamatkan gawangnya. Salah satunya saat Bertrand Mbamba menyisir dari sisi kanan. Dalam posisi sulit Jendry berhasil mementahkannya.

Arema gagal melanjutkan keberhasilan sebelumnya, saat menundukkan tim Papua lainnya, Persiwa Wamena 2 - 1 di tempat yang sama.

Padahal menghadapi Persipura, ''Singo Edan'' telah bisa diperkuat Bertrand Mbamba dan kapten kesebelasan Ponaryo Astaman.

Namun, absennya Bruno Cashmir dan pemain langganan kartu kuning Alexander Pulalo memang cukup berpengaruh terhadap lini pertahanan. Miroslav Janu menurunkan Suroso, Fernando, dan Sutaji di lini belakang. Mereka sering mudah diterobos lawan, yang mengandalkan Alberto, Jeremiah, dan Heru.

"Target terpenuhi, meski enam pemain pilar kami absen," kata pelatih tim tamu, Raja Isa bin Raja Akram. Timnya memang tak bisa menampilkan Emanuel Wanggai, Ian Luis Kabes, Bachtiar, Ricardo Salampessy, Boaz Solossa, dan David da Rocha.

Wasit Alil Rinenggo mengeluarkan enam kartu kuning, masing-masing untuk Murzal, Jeremiah dan Paolin (Persipura), serta Sutaji, Ortizan Solossa, dan Tarikh Al Janaby (Arema).(jo-22)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA