| Senin, 26 Nopember 2007 | OLAHRAGA |
Pelita Tampilkan Permainan BerbedaSEMARANG-Pelatih PSIS Sartono Anwar mengaku puas terhadap hasil dan permainan yang diperagakan Julio Lopez cs di Stadion Jatidiri, semalam. Anak-anak asuhannya dinilai tetap fight, pantang mundur, meski tertinggal lebih dulu. ''Pertandingan ini menegangkan dan dramatis. Wajar jika kami sangat puas dan bersyukur dengan perolehan tiga angka,'' katanya. Mantan pelatih Persikab Kabupaten Bandung itu mengaku kaget dengan permainan lawan. Anak-anak asuhan Fandi Ahmad berani melakukan pressing ketat. Itu membuat timnya kesulitan mengembangkan permainan di babak pertama. Permainan seperti itu berbeda dari yang dilihatnya saat Pelita dijamu Persela Lamongan. Dalam laga tersebut Boubakar Keita cs tidak main dengan pressing ketat dan permainan cepat. Untungnya, perlahan-lahan para pemain PSIS bisa mengatasi kondisi tersebut. ''Kami salut pada pemain. Mereka pantang mundur. Harus diakui, permainan mereka lebih baik dibanding saat melawan Persita,'' tutur ayah bek Persib Nova Arianto itu. Meski menang dan bermain bagus, Sartono tetap mengingatkan kepada Lopez cs agar tidak berpuas diri. Pemain tetap harus instropeksi. Jangan sampai kesalahan yang dibuat di pertandingan itu, diulangi lagi pada laga berikutnya. ''Mereka wajib bangga dengan kemenangan dan permainan bagusnya. Asal, jangan lupa diri. Introspeski diri tetap harus dilakukan,'' tandasnya. Menurun Pelatih Pelita Jaya Purwakarta, Fandi Ahmad, tidak bisa menyembunyikan kekecewaan usai timnya ditaklukkan PSIS 1-2 di Stadion Jatidiri, semalam. Keunggulan yang diperoleh pada menit 19, ternyata tidak bisa dipertahankan anak-anak asuhannya. Performa beberapa pemain lini tengah dinilai tidak maksimal. Selain itu, gol bunuh diri yang dilakukan Tommy Rifka tiga menit sebelum turun minum, juga memengaruhi mental bertanding pemain lain. Boubakar Keita cs jadi down dan kehilangan kepercayaan diri. ''Gol bunuh diri itu menjadikan permainan kami menurun. Mental pemain terpengaruh dengan gol tersebut,'' ungkap Fandi kepada wartawan di ruang ganti. Lebih lanjut pelatih asal Singapura itu menyatakan, kekalahan tersebut menjadi pelajaran berharga bagi timnya. Permainan Boubakar cs di babak kedua tidak seperti babak pertama yang penuh pressing. Di lini tengah, hanya Boubakar Kieta yang disebutnya bekerja ekstrakeras. (H13-22) |