| Senin, 26 Nopember 2007 | OLAHRAGA |
Petenis Putri Senior Masih DiandalkanPETENIS putri masih jadi tumpuan untuk mewujudkan dua keping medali SEA Games XXIV/ 2007 di Nakhon Ratchasima, 5-16 Desember mendatang. PB Pelti masih mengandalkan petenis-petenis senior untuk mewujudkan ambisi tersebut. Pemain sekelas Wynne Prakusya, Angelique Widjaya, dan Romana Tedjakusuma diharuskan ''turun gunung'' mengikuti pelatnas. Diharapkan mereka mampu membimbing para yuniornya. Ketua Umum PB Pelti Martina Widjaja sangat mendukung berkiprahnya kembali para Srikandi senior tenis tersebut. Alasannya, akan sangat sulit kalau Indonesia menumpukan target dua emas dari para petenis yunior. Mereka masih minim pengalaman. Target dua emas yang diusung Pelti sebenarnya wajar. Apalagi jika kita mau sejenak menarik fakta penampilan petenis Indonesia dua tahun lalu di SEA Games Manila. Mereka mampu meraih tiga medali emas. Sektor putri kembali menjadi tumpuan untuk mendulang dua medali emas tersebut. Bagi Wynne, target itu jelas tantangan sekaligus beban yang tidak ringan. Masalahnya, petenis-petenis pesaing telah mengalami kemajuan pesat. Apalagi baik Wynne maupun Angie beberapa bulan lalu sama-sama mengalami deraan cedera. Wynne secara pribadi tidak berani berjanji muluk-muluk. Dia pun tak bisa menjanjikan akan mengulangi raihan tiga emas seperti dua tahun lalu di Manila. ''Lagi pula, saya kali ini tidak akan main lagi di nomor tunggal. Saya fokus main di sektor beregu dan ganda putri. Ganda campuran juga main,'' tutur Wynne, kemarin. Sebelum berlaga di SEA Games Thailand nanti, Wynne dan Angie telah mengikuti berbagai turnamen untuk pemanasan. Dua turnamen terakhirnya adalah Commonwealth Bank Tennis di Bali, September lalu serta turnamen Women's Circuit 2007 di Pune India, awal November ini. ''Kalau bicara peluang, kita tentu masih memiliki. Tapi, Thailand juga menurunkan pemain kawakan seperti Tamarine Tanasugran. Persaingan akan ketat,'' ungkap Wynne. Optimistis Tak mau ketinggalan dengan sektor putri yang mengusung optimisme tinggi. Sektor putra pun demikian. Misalnya petenis muda Christopher Rungkat. Dia mengaku tidak minder menghadapi calon lawan yang lebih senior dari Thailand. ''Saya sudah mendapatkan banyak pengalaman setelah berlatih selama satu setengah bulan di Spanyol. Di sana saya berlatih dengan pemain Spanyol David Ferrer,'' kata Christo. Sedangkan anggota tim putri lainnya, Sandy Gumulya, yang pernah meraih satu perak dan dua perunggu SEA Games 2003 di Vietnam, berjanji pantang mundur sampai titik darah penghabisan. ''Target dua emas memang berat. Tapi kami akan berusaha keras mewujudkannya,'' ujarnya. Petenis Indonesia yang akan berangkat ke Nakhon Ratchasima adalah Elbert Sie, Christopher Rungkat, Suwandi (putra), Wynne Prakusya, Angelique Widjaya, Lavinia Tananta, Sandy Gumulya, dan Romana Tedjakusuma (putri). Bertindak sebagai manajer adalah Kresno Merdiko, sedangkan pelatih Suwandi dan Suzanna Anggarkusuma Wibowo. (Budi Yuwono-40) |