logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 26 Nopember 2007 OLAHRAGA
Line

Loncat Indah Semakin Matang

JAKARTA- Berguru sampai ke China demi harapan meraih sekeping medali emas. Itulah yang dijalani oleh atlet-atlet cabang loncat indah menjelang SEA Games 2007 di Nakhon Ratchasima. Prestasi cabang ini memang belum seindah namanya.

Kemampuan atlet-atlet Merah Putih jauh tertinggal dari atlet Malaysia dan Filipina dalam tataran kompetisi tingkat regional Asia Tenggara. Repotnya, pesaing di Nakhon Ratchasima nanti akan bertambah lagi. Pesaing baru itu tentu saja berasal dari Thailand selaku tuan rumah. Penilaian cabang ini sangat subjektif. Wajar kalau tuan rumah dikhawatirkan akan memanfaatkan faktor tersebut.

''Saya akan minta atlet berusaha mati-matian untuk meraih medali. Penilaian akan sangat subjektif. Ini biasa. Atlet kita tidak boleh menyerah sebelum bertanding,'' tutur Bambang Udaya, manajer cabang-cabang aquatik kontingen SEA Games Indonesia.

Atlet-atlet yang akan berlaga di Nakhon Ratchasima telah dikirim berlatih di China selama sepuluh hari.

Pelatih China

Dari sembilan atlet yang mengikuti pelatnas, kini tinggal tujuh yang tersisa. Mereka adalah Husaini Noor dan M Nasrullah di nomor menara 10 meter individual dan harmonisasi loncat berpasangan. Eka Purnama Indah dan Nani Suryani Wulansari pada nomor papan tiga meter. Sari Ambarwati di nomor papan satu meter, dan nomor menara individual serta harmonisasi loncat berpasangan oleh Shenny Ratna Amelia dan Herliyani Dias Sukmawati.

Shenny akan menjadi andalan untuk nomor loncat berpasangan bersama Herliyani. Pada SEA Games 2003 di Vietnam, keduanya mempersembahkan medali emas. Namun pada SEA Games 2005, Herliyani tidak ikut. Posisinya digantikan Sari Ambarwati.

Bambang berharap agar pada SEAG 2007, karena keutuhan atlet sinkronisasi menara 10 meter tersebut, medali emas mampu kembali diraih. Selain hasil itu, Husaini Noor dan Nasrullah pada kejuaraan Asia di Jakarta, Agustus lalu, juga berhasil mendapatkan medali emas. Dengan capaian ini, setidaknya membuka peluang loncat indah untuk mengharumkan nama bangsa.

Satu kekuatan lagi yang melandasi keyakinan untuk merebut medali emas. Pelatih asing yang dikontrak PB PRSI untuk cabang loncat indah dari China, Hu Yun, merupakan spesialis nomor menara.

Pada SEAG 2005, cabang loncat indah tidak berhasil memboyong medali emas. Indonesia hanya kebagian satu perak dan satu perunggu. Selain Hu Yun, tim Indonesia dilatih oleh AR Sadiqin, Eko Setiawan Lulus, dan Mochtar Yassin. (D3-40)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA