| Senin, 26 Nopember 2007 | NASIONAL |
Padi Semakin Berisi
IBARAT ilmu padi, semakin berisi semakin menunduk. Ya, perumpamaan tersebut laik disandangkan pada Fadli (vokal), Piyu (gitar), Ary (gitar), Rindra (bas), dan Yoyo (drum). Bagaimana tidak, kematangan lirik, musik, hingga pembawaan diri para personel, cukuplah mewakili jika dikatakan saat ini grub band Padi sangatlah berisi. Lihat saja, saat mereka mengurai kepiawaian di Jl Pahlawan Semarang, semalam. Di perhelatan bertajuk "Djarum Super Padi Live on Led Billboard" itu, Padi membuktikan semakin mumpuni. Sejumlah tembang yang dinukil dari album kelima, Tak Hanya Diam, seolah menjadi tengarai, kalau Padi tidak nongol, bukan berarti mereka diam. Padi seperti sedang mengasah "kanuragan" di gua garba kekreatifan. Mereka seakan ingin menyuarakan potret sosial kehidupan orang kebanyakan. Contoh lain penggambaran kematangan Padi adalah teknik bermusik yang kian berani bereksplorasi. Jika sebelumnya, sayatan gitar Piyu lebih dominan hingga memunculkan tembang yang cenderung penuh distorsi, kini aransemennya makin kaya. Gebukan drum Yoyo dan betotan bas Rindra, saling mengisi satu sama lain. Mereka bersinergi hingga terciptalah sebuah harmoni. Ya, "Tak Hanya Diam", "Belum Terlambat", "Aku Bisa Menjadi", dan "Sang Penghibur" yang dibawakan semakin membuktikan kedigdayaan Padi. Tentu saja, ribuan sobat Padi yang berkerumun di sepanjang Jalan Pahlawan, bak mendapat durian runtuh. Mereka girang tiada kepalang. Sepanjang dua jam perhelatan hasil kerja sama New Exi Production, Suara Merdeka, dan Djarum Super itu dibabar, sepanjang itu pula kemeriahan tercipta. (Fahmi Z Mardizansyah-60) | ||||