logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 26 Nopember 2007 NASIONAL
Line

Donor Darah Massal Gagal, PMI Kecewa

  • Pemecahan Rekor Muri Batal

SEMARANG - Acara donor darah massal yang sedianya akan diikuti oleh para anggota Persatuan Perangkat Desa dan Kades (Praja) se-Jawa Tengah, Minggu (25/11), gagal diselenggarakan. Kegiatan yang melibatkan PMI Jateng dengan Praja Jateng di aula Masjid Baiturrahman Semarang tersebut, rencananya akan diikuti oleh 10.000 orang dan dicatat dalam rekor Muri. Namun karena koordinasi yang salah dari pihak Praja, acara tersebut gagal dilaksanakan.

Seperti kesepakatan awal antara PMI Jateng dan Praja, acara donor darah tersebut digelar pukul 08.00, atau sebelum berlangsungnya upacara HUT ke-4 Praja di Lapangan Pancasila Simpanglima. Namun, hingga pukul 10.00 para Praja tidak ada yang datang untuk mendonorkan darahnya. Padahal para petugas telah siap sejak pagi. Akhirnya pada pukul 10.30, para petugas banyak yang memberesi peralatan mereka.

Menurut H Thobari HR, Wakil Ketua PMI Jateng, perjanjian awal menyebutkan bahwa Praja mendonorkan darah sebelum mengikuti upacara. Namun pada kenyataannya para praja justru disuruh mendonorkan darah usai upacara. "Padahal, jika mendonorkan darah usai upacara bisa membahayakan si pendonor. Karena kondisi mereka sudah tidak fit seperti saat sebelum upacara," jelasnya.

Thobari mengatakan, pihak PMI Jateng sangat kecewa dengan gagalnya acara. Padahal 326 orang petugas dari Unit Transfusi Darah Cabang se-Jateng sudah dikerahkan dan 200 bed sudah disiapkan. Bahkan petugas dari Muri pun juga datang.

Rugi Rp 100 Juta

Menurutnya, kerugian materi diperkirakan mencapai Rp 100 juta. "Tiap cabang diasumsikan mengalami kerugian Rp 2 juta. Itu belum termasuk konsumsi yang disediakan PMI Jateng.

Sekretaris PMI Jateng, Imam Triyanto menyayangkan koordinasi yang salah dari pihak Praja. "Baru kali ini kami merasa dikecewakan oleh kerjasama dengan pihak luar. Sebelumnya acara donor darah massal seperti ini yang diselenggarakan dengan di PT Apac Inti dan Ciputra berjalan lancar," tuturnya.

Hal senada juga dikatakan Sri Peni Amborowati dari PMI Cabang Cilacap. Padahal ia bersama lima orang rekannya sudah tiba di Semarang pada Sabtu (24/11), dan menginap di kantor Dinkes. "Kami sudah datang jauh-jauh dari Cilacap, ternyata cuma begini saja. Rasanya kecewa. Tapi kami tidak menyalahkan siapa-siapa," katanya.

Menurut Djarot Nugrono, seksi donor darah dari panitia HUT ke-4 Praja, acara menjadi kacau balau karena sulit mengatur para personel Praja. Hal tersebut diakuinya karena koordinasi yang salah dari pihak panitia Praja.

Menurutnya, ia sudah mengatur jadwal agar para Praja mendonorkan darahnya sebelum upacara. Namun acara tersebut ditolak oleh panitia upacara. "Saya tak bisa berbuat apa-apa. Kesalahan memang ada di pihak kami. Tapi kami sudah menyelesaikan masalah ini secara internal dengan PMI Jateng," jelasnya.(J8,H32-62)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA