| Senin, 26 Nopember 2007 | NASIONAL |
Kamus Bahasa Sering MembingungkanSEMARANG- Kamus menjadi acuan banyak orang dalam membuat tulisan dengan ejaan yang benar. Hanya saja, saat ini kamus bahasa selain membantu juga membingungkan. Membantu karena akan diketahui apakah kata-kata yang ditulis sudah benar atau tidak. "Disebut membingungkan karena banyak kata-kata di dalamnya masih perlu koreksi,'' kata Dekan Program Studi Sastra Arab Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gajah Mada (UGM) Syamsul Hadi dalam Diskusi Nasional Forum Bahasa Media Massa (FBMM) Jawa Tengah di ruang sidang redaksi Suara Merdeka Jl Kaligawe KM 5 Semarang, Sabtu (24/11). Syamsul mengungkapkan ada 210 kata yang dirasa membingungkan pengguna kamus. Sebab, kata yang sebenarnya maknanya sama, tapi ditulis dalam dua kata atau lebih yang ejaannya berbeda. Seharusnya, menurut dia, kata-kata yang maknanya sama cukup ditulis sekali saja. ''Kalau ditulis lebih dari sekali akan membuat pengguna kamus kebingungan akan kata-kata yang dianggap benar,'' ujarnya. Ia memberi contoh kata ''marah'' di satu kamus. Di halaman yang berbeda, makna kata ''marah'' itu kembali ditulis dan dijelaskan artinya dalam kata ''amarah''. ''Kata-kata semacam ini, kan cukup ditulis sekali,'' tegasnya. Kamus istilah agama, lanjutnya, juga acapkali membingungkan. Karena masing-masing departemen memiliki pedoman sendiri. "Kadang-kadang pedoman yang sudah tidak sesuai lagi juga masih dipakai. Misalnya Pedoman Translate Arab Latin (PTAL) keluaran Departemen Agama yang masih dipakai hingga sekarang,'' tutur dia. Dalam diskusi itu staf peneliti Subbidang Pengkajian Bahasa, Bidang Pengkajian Bahasa dan Sastra Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional Muhammad Muis menjelaskan, seringkali orang Indonesia tak menyadari bahwa banyak kosakata yang digunakan dalam berkomunikasi semula berasal dari bahasa Arab. (H31-60) |