logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 26 Nopember 2007 NASIONAL
Line

Bisnis Narkoba Selalu Menggiurkan (3-Habis)

Keluarga Jadi Tameng Pertama

SEPERTI dalam tulisan sebelumnya, konsumen narkoba di antaranya dari kalangan remaja, bahkan anak Sekolah Dasar (SD). Menurut Kak Seto, sapaan akrab Seto Mulyadi, hal tersebut bukanlah suatu kebetulan. Para pengedar selama ini menjadikan remaja sebagai pasar potensial, karena mereka mengetahui secara persis psikologis remaja, khususnya di Indonesia.

Kak Seto mengungkapkan, banyak persoalan yang didera oleh remaja atau anak usia sekolah. Masalah tersebut dapat berasal dari keluarga, maupun sekolah.

''Banyak persoalan-persoalan yang membuat remaja stres. Hal itu bisa bermula dari keluarga, sekolah, tawuran, pemerasan, dan persoalan lainnya. Ini yang akhirnya menimbulkan penyimpangan, di antaranya memakai narkoba,'' katanya kepada Suara Merdeka, Minggu (24/11).

Dia menganggap persoalan-persoalan seperti itu merupakan suatu kekerasan yang tidak dapat ditoleransi lagi. Karena itu perlu mendapatkan perhatian khusus dari semua pihak.

Kurangnya perhatian dari orang tua dengan alasan kesibukan, dituding Kak Seto sebagai salah satu sebab. ''Bila selama ini orang tua lebih banyak bicara sebanyak delapan kali, dan mendengar sebanyak dua kali, maka sekarang harus dibalik.''

Selain itu adanya paradigma yang keliru, seperti menuntut anak agar berprestasi maksimal di sekolah, tanpa memperhatikan psikologis mereka.

Tidak dapat dipungkiri, paparan Kak Seto benar adanya. Kondisi seperti itu sering kita lihat pada anak-anak sekolah di berbagai tempat, terlebih-lebih di perkotaan. Para orang tua berlomba-lomba menjadikan anaknya menjadi yang paling berprestasi di sekolah.

Dengan alasan itu, banyak orang tua yang memacu prestasi anak dengan misalnya mengikutkan mereka pada berbagai les, hingga si anak kehilangan waktu bermainnya. Celakanya, itu hanya ego dan gengsi sesama orang tua, dengan memakai prestasi anak sebagai tolak ukur.

''Padahal orang tua dan rumah harusnya menjadi tempat yang paling nyaman dan sebagai peneduh bagi anak. Jangan sampai di sana banyak keluar omelan dari orang tua kepada ankanya karena berbagai sebab.''

Kak Seto menambahakan, kurikulum dan sistem pembelajaran di sekolah harus didesain semenarik mungkin agar anak terhindar dari stres.

Kondisi psikologis penuh tekanan itu, menurut Kak Seto, yang akhirnya dimanfaatkan para pengedar narkoba dalam mengembangkan bisnisnya. ''Data dari Badan Narkotika Nasional (BNN) mengenai banyaknya remaja yang memakai narkoba, memang benar adanya.''

Dengan berbagai persoalan remaja tersebut, Komisi Nasional (Komnas) Perlindungan Anak yang dipimpinnya, mengusulkan kepada pemerintah agar dibentuk kementerian khusus remaja. Tujuannya, agar ada lembaga pemerintah yang fokus menanggulangi permasalahan anak dan remaja. Dengan begitu penyalahgunaan narkoba di kalangan remaja dapat terkurangi. (Wahyu Wijayanto-62)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA