| Senin, 26 Nopember 2007 | NASIONAL |
Menikmati Jazz, Tiga Hari Serasa KurangTiga hari pesta jazz berbobot yang berlangsung dengan akrab, cair, dan menyenangkan itu menyisakan banyak kenangan. Sebagaimana diakui Monday Michiru Sipiaguine, artis, penyanyi, penulis lirik, dan komponis keturunan Jepang-Amerika yang mengusung warna cross-over dalam penampilannya. Di atas panggung utama Super Premium Stage di hari pamungkas, pengusung genre jazz dance, pop, dan soul serta dikenal sebagai pioner acid jazz itu menyatakan kegairahan atas penyelenggaraan Jak Jazz 2007. "I was excited here (saya sangat senang bisa tampil di sini-Red)," katanya seusai mempertontonkan liukan suara di hadapan ribuan penikmatnya. Monday yang tahun lalu di Jak Jazz 2006 juga banyak penyedot perhatian, serta tampil di panggung utama tampaknya makin menegaskan eksistensi festival berskala internasional yang disponsori Dji Sam Soe Super Premium tersebut. Lihat juga ketika Sabtu (24/11) tengah malam lalu Spyro Gyra tampil dalam special show di panggung utama. Hingga pentas usai sekitar pukul 01.00 (Minggu dinihari), penonton tidak mau beranjak pulang dan malah berteriak: "We want more!" Karena penonton tak juga mau pergi, band yang digawangi Jay Beckenstein (saksofon), Julio Fernandez (gitar), Tom Schuman (kibor), Bonny B (drum), dan Scott Ambush (bas) itu akhirnya nongol lagi untuk memainkan satu komposisi, "After the Storm", sekitar 6 menit. Apresiasi Penonton Bagaimana dengan penonton? Meski banyak yang menilai kehadiran ribuan penonton di event ini tak lebih dari tren atau bagian dari gaya hidup anak muda, nyatanya mereka juga tampak menikmati betul setiap suguhan jazz yang disajikan. Penonton yang mayoritas anak muda terlihat menyimaknya dengan baik. Sehingga tidak berlebihan ketika Bill Sharpe, salah seorang motor grup lawas Shakatak, hadir bergandengan dengan The Geography, tanggapan penonton muda masih tinggi. Jembatan yang berhasil terbangun dengan baik antara penikmat musik jazz muda inilah yang melatarbelakangi Idang Rasjidi dan Dwiki Dharmawan mengusung grupnya bareng sejumlah anak muda berbakat. Hasilnya, tanggapan penonton atas aksi Idang Rasjidi & The New Generations, dan Dwiki Dharmawan & The Next Generation terbangun dengan baik. Kehangatan semakin terasa ketika motor Jak Jazz Ireng Maulana & Friends melibatkan penyanyi muda berbakat Andien dan Warna. Kendala cuaca yang sedikit banyak dikhawatirkan panitia dan penonton, mengingat festival ini digelar di empat panggung terbuka di luar Istora Senayan, akhirnya tidak terjadi. Padahal selama beberapa hari sebelum pentas digelar, hujan deras mengguyur Jakarta dan sekitarnya. Bulan bulat semangka bahkan memantulkan cahaya matahari dengan benderang. Hasilnya, tema "Paint the Town Jazz" atau melukis kota dengan musik jazz seolah menjadi nyata. Semalam, Kool & the Gang menutup acara dengan meninggalkan kenangan manis bagi ribuan penikmat musik jazz yang hadir. Hingga hari terakhir, antusiasme penonton malah semakin bertambah seolah tiga hari penyelenggaraan serasa kurang. (Benny Benke, Asep BS-45) |