| Senin, 26 Nopember 2007 | NASIONAL |
Kerasan, Mbah Hadi Sibuk MeramalMENGAKU kerasan di sel tahanan Poltabes Surakarta, KRH Darmodipuro atau mbah Hadi tidak mau dipindah ke rumah tahanan (Rutan). Dia bahkan sudah merasa menyatu dengan rekan-rekannya di hotel prodeo tersebut. Apalagi, setiap pagi, ahli Pawukon Jawa ini selalu disibukkan dengan buku-buku primbon untuk mengetahui hari-hari baik dan buruk ''tetangganya'' di sel tahanan. Tidak terkecuali para anggota polisi yang berjaga. Hal itu disampaikan Mbah Hadi, didampingi pengacaranya di ruang Kapoltabes Surakarta Kombes Pol Lutfi Lubihanto, Minggu (25/11). "Menawi angsal kula pengin teng mriki mawon", pintanya dalam bahasa Jawa yang berarti kalau diizinkan, dia ingin tinggal di tahanan Poltabes. "Saya itu setiap pagi membuka buku untuk orang yang pingin tahu hari-hari baik dan jelek mereka di sini (tahanan-red)," lanjutnya. Kakek berusia 69 tahun yang mengenakan seragam tahanan warna biru bernomor 13 itu wajahnya nampak sayu. Pandangannya terkadang lurus ke depan, sesekali tertunduk. Namun kadang juga terlihat senyumnya mengembang, menghiasi pipinya yang sudah keriput. Ungkapan polos ahli petung Jawa itu dikatakan usai menerima kunjungan Wakil Ketua MPR Moeryati Sudibyo secara tertutup di ruang Kapoltabes. Menanggapi hal itu, Kapoltabes Surakarta Kombes Pol Lutfi Lubihanto hanya tersenyum simpul. Dengan nada bercanda, dia mengatakan, sama saja, tinggal di sel tahanan Poltabes dengan rutan. "Rutan itu ruangannya malah lebar lo mbah, tidak sempit," kata orang nomor satu di Poltabes Surakarta itu disambut tawa sejumlah orang di ruang tersebut. Budi Siswanto, salah satu pengacara mbah Hadi berharap agar penangguhan penahanan yang diajukannya dikabulkan. Sebab kondisi kliennya sudah tua dan banyak kegiatan di luar yang tidak bisa ditinggalkan. Kapoltabes masih mempelajari pengajuan itu, sehingga belum bisa memastikan apakah penangguhan itu akan dikabulkan atau tidak. Sebelumnya, Moeryati Sudibyo mengatakan datang untuk menjenguk abdi Keraton Surakarta tersebut. Selain itu dia juga ingin mengetahui apa yang sebenarnya terjadi dengan mbah Hadi. Dia juga mendukung langkah polisi dalam mengungkap kasus itu. Peserta Ruwat Kecele Sementara itu, suasana di Museum Radya Pustaka masih tertutup untuk umum. Sejumlah polisi masih berjaga di tempat itu seiring dengan inventarisasi yang dilakukan tim. Namun demikian, kemarin ada satu keluarga dari Jatisrono, Wonogiri dengan menenteng berbagai buah tangan datang ke museum. Saat ditanya, keluarga yang terdiri atas suami-istri dan satu anak tersebut mengaku ingin bertemu dengan mbah Hadi. Keluarga yang baru saja pulang dari Jakarta itu ingin konsultasi dengan kakek tersebut. Apalagi, dia sudah mendaftarkan diri ikut ruwatan yang rencananya digelar pada 4 Desember mendatang di rumah mbah Hadi. Dia mengaku mendengar ontran-ontran di museum. Namun tidak tahu kalau mbah Hadi juga turut serta di dalamnya dan saat ini ditahan di kantor polisi. (Heru Susilo-62) |