logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 26 Nopember 2007 NASIONAL
Line

PSIS Naik Dua Tingkat

  • Atasi Pelita Jaya 2-1

DIGANJAL: Striker sekaligus kapten PSIS Julio Lopez terjatuh setelah diganjal pemain Pelita Jaya, Lois Vagnor (kiri), dalam pertandingan di Stadion Jatidiri, semalam. Pertandingan ini dimenangi PSIS 2-1.(22)

SEMARANG- PSIS harus berterima kasih pada pemain Pelita Jaya Purwakarta, Tommy Rifka. Tim asuhan Sartono Anwar itu diuntungkan dengan ''gol indah'' pemain bernomor punggung 23 tersebut dalam pertandingan di Stadion Jatidiri, kemarin.

Bola tandukannya melengkung melewati kiper, hanya beberapa centimeter dari mistar, dan akhirnya jatuh ke dalam gawangnya sendiri. Gol bunuh diri Tommy pada menit ke-42 itu mengakibatkan pasukan Mahesa Jenar mampu menyamakan kedudukan menjadi 1-1.

Gol bunuh diri membuat mental bertanding tim asuhan Fandi Ahmad turun. Sebaliknya, membangkitkan semangat dan motivasi Julio Lopez cs untuk memenangi pertandingan.

Sebelumnya, tuan rumah tertinggal terlebih dulu lewat gol yang dicetak oleh pemain timnas U-19, Egi Melgiansyah menit 19. Namun, anak-anak Semarang mampu membalikkan keadaan. Pemain yang jadi penentu kemenangan adalah Marthen Tao. Mantan pemain Arema Malang tersebut mencetak gol pada menit 63 sehingga mengubah kedudukan menjadi 2-1. Itu merupakan gol pertamanya selama membela PSIS pada musim ini.

Tiga poin yang diraih menaikkan posisi dua tingkat, dari urutan sembilan ke tujuh. Dari 29 kali main, mereka menorehkan sebelas kemenangan, delapan seri dan 10 kalah. Raihan 43 poin itu

membawa PSIS bertahan di zona Superliga. Meski demikian, jumlah tersebut belum aman, mengingat anak-anak asuhan Sartono Anwar masih akan melakoni empat pertandingan lagi, yaitu lawan Persik Kediri, Persema Malang, PSMS Medan, dan PSSB Beureun. Tim-tim di papan tengah masih mempunyai peluang yang sama untuk mendapatkan tiket ke Superliga. Hal tersebut mengakibatkan persaingan semakin seru sampai akhir kompetisi.

Kartu Kuning

Pertandingan lawan Pelita Jaya berlangsung menarik. Sejak kick off hingga peluit panjang ditiup wasit Purwanto asal Kediri, penonton disuguhi permainan yang menghibur sekaligus mendebarkan. Tensi pertandingan pun tinggi, terbukti dari delapan kartu kuning yang dikeluarkan wasit Purwanto, yang masing-masing diterima Idrus Gunawan, Marthen Tao, Joao Carlos, Khusnul Yaqien (PSIS), Agustiar Batubara, Ivan Jerkovic, Jalalludin Ma'in, dan Adolfo Sousa (Pelita).

Tim tamu unggul lebih dulu lewat gol yang dicetak oleh Egi Melgiansyah pada menit 19. Bola hasil umpan crossing Cristian Lopes tidak sempurna dihalau oleh Kahudi dan Khusnul Yaqien. Bola liar namun pelan yang masih berputar di depan gawang I Komang Putra, langsung disambar Egi.

Ketinggalan 0-1, ternyata tidak membuat Julio Lopez cs nglokro. Justru mereka semakin bersemangat dan tak kenal menyerah melakukan tekanan-tekanan ke pertahanan Boubakar Keita.

Para pemain PSIS sempat kesulitan dalam menembus pertahanan lawan. Itu lantaran pemain belakang Pelita yang terdiri atas Agustiar Batubara, Lois Vagnor, Tommy Rifka, dan Firli Apriansyah lugas, dan disiplin dalam menjaga pemain lawan.

Selain itu, gelandangnya juga melakukan pressing ketat kepada pemain tuan rumah. Itu sangat menyulitkan pasukan Mahesa Jenar untuk mengembangkan permainan.

Kerja keras Julio Lopez cs membombardir lini belakang lawan akhirnya membuahkan hasil tiga menit sebelum turun minum. Lopez bermaksud memberi umpan kepada Igor di kotak penalti. Umpan lambung itu berusaha dibuang pemain belakang Tommy. Namun, bola justru masuk ke dalam gawangnya.

Permainan tim tamu di babak kedua menurun. Pressing ketat tidak lagi diperagakan anak-anak asuhan Fandi Ahmad. Kesempatan itu tidak disia-siakan pasukan Sartono Anwar untuk terus menekan lawannya. Beberapa peluang pun dimiliki Lopez, Ridwan, Indriyanto Nugroho, Igor, dan Marthen Tao.

Baru pada menit ke 63, Marthen berhasil menaklukkan kiper Edy Supriadi. Tendangan M Ridwan di luar kotak penalti membentur kaki lawan. Dalam hitungan detik, Marthen langsung menyambar bola tersebut dan mengarahkannya ke gawang.

Gol tersebut membuat publik Stadion Jatidiri bersorak kegirangan. Kembang api warna-warni pun menghiasi angkasa. Nyanyian dan yel-yel tak henti-hentinya diteriakkan suporter. (H13-22)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA