| Senin, 26 Nopember 2007 | MURIA |
Bangun Jaringan Cluster Gas Rp 70 MBLORA- Pembangunan infrastruktur cluster gas diperkirakan menghabiskan dana Rp 70 miliar. Anggaran tersebut antara lain untuk membangun jaringan pipa dari sumur gas hingga ke rumah-rumah warga. Pemkab Blora mendapatkan kepastian program cluster gas direalisasikan tahun depan, setelah untuk kali kedua Badan Pengatur Hilir (BPH) Minyak dan Gas (Migas) bertemu dengan Pemkab, Jumat (23/11). Sony Keraf, Anggota Komisi VIII DPR-RI saat Safari Politik Megawati Soekarnoputri di Desa Kedungwungu Kecamatan Todanan Blora, belum lama ini, mengatakan, dana untuk pembangunan infrastruktur cluster gas dianggarkan dalam APBN. Wakil Bupati (Wabup) Blora Yudhi Sancoyo menyatakan, Pemkab segera menyusun Peraturan Daerah (perda) tentang penggunaan tanah untuk jaringan pipa dalam proyek cluster gas. Dia menyebut, jaringan pipa dari pusat sumur sebagian di antaranya akan melalui wilayah hutan Perhutani. Menurutnya, Kepala BPH Migas Tubagus Haryono kembali datang ke Blora, dua hari lalu. Tubagus dan tim melakukan survei lapangan sebelum bertemu dengan jajaran pejabat di Pemkab Blora. Dalam survey itu BPH Migas kembali menemukan potensi gas yang bisa dikembangkan untuk proyek percontohan cluster gas di Blora. "Ternyata selain di Randublatung, BPH Migas juga menemukan potensi gas di kawasan Semanggi. Karena letaknya lebih dekat bisa menekan biaya," ujar Yudhi kemarin. Studi Kelayakan Dalam pertemuan itu, menurut Wabup, BPH Migas menyampaikan di sumur Randublatung bisa memproduksi gas 50 mmsfd per hari. Sedangkan di Desa Semanggi, Kecapatan Jepon yang jaraknya hanya 15 kilometer dari pusat kota Blora ada banyak sumur gas. Satu sumur berpotensi menghasilkan 0,75 mmsfd per hari. BPH Migas juga sudah melakukan studi kelayakan dan menyusun kajian. Desember depan kajian sudah selesai, sehingga proyek bisa segera dijalankan. Proyek tersebut, kata Wabup, sesuai uraian BPH Migas, diperkirakan membutuhkan dana yang besar. Dia menyebut dana Rp 40 miliar sampai Rp 70 miliar untuk membangun proyek itu mulai dari jaringan pipa dari pusat sumber gas sampai ke rumah-rumah warga. BPH Migas menjadikan Blora sebagai daerah percontohan proyek cluster gas. Jika proyek ini berhasil, maka akan dikembangkan di daerah lain yang mempunyai potensi gas di Indonesia. Dalam proyek cluster gas, masyarakat akan mendapatkan gas untuk keperluan hidup sehari-hari. Gas yang salurkan tak ubahnya air PDAM yang mengalir ke rumah-rumah warga. (H18-36) |