| Senin, 26 Nopember 2007 | MURIA |
Chikungunya Bawaan dari Luar DaerahREMBANG - Menanggapi adanya temuan penyakit chikungunya di Dukuh Ngangkatan, Desa Ringin, Kecamatan Pamotan, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) dokter Agus Setiyo Hadi MKes mengemukakan, telah menerjunkan tim untuk mengecek kesehatan warga. Dia menyebutkan, cek kesehatan itu juga bertujuan untuk mengetahui asal muasal timbulnya penyakit yang gejala awalnya mirip demam berdarah itu. "Sejauh ini kami menduga penyakit itu bawaan atau datang dari luar daerah. Sebab, di Dukuh Ngangkatan sebelumnya belum pernah ada kasus chikungunya," ujar dia. Penyakit chikungunya, lanjutnya, menyebar melalui nyamuk Aedes aegypti yang juga menyebarkan demam berdarah. Dia mengungkapkan, berdasarkan pengamatan petugas DKK, dukuh tersebut masih rendah tingkat kebersihan lingkungannya. "Ketika kami periksa, tingkat jentik nyamuknya sangat tinggi. Akibatnya, begitu ada seorang yang terkena chikungunya, langsung cepat menyebar," ucapnya. Fogging Focus Dia juga menekankan, untuk mencegah penularan lebih lanjut pihaknya telah melakukan fogging focus beberapa kali sejak kasus kali pertama chikungunya di Dukuh Ngangkatan itu. "Karena penyebaran chikungunya dilakukan nyamuk, satu-satunya cara untuk pemberantasan yang efektif adalah dengan fogging. Kami telah melakukannya untuk mengurangi jumlah nyamuk di daerah itu," ujar dia. Meski puluhan warga telah terserang, dokter Agus menyatakan Dukuh Ngangkatan belum dikategorikan sebagai daerah endemis. "Kami masih harus meneliti secara mendetail mengenai kategori endemis itu. Sebab, kasus ini yang pertama," tandasnya. Berdasarkan data DKK, hingga kemarin hanya tinggal dua warga, yaitu Munawar dan Kisron, yang masih terserang chikungunya. "Kondisi keduanya dalam beberapa hari mendatang saya rasa sudah membaik. Sejauh ini, chikungunya belum pernah dilaporkan sampai merengut korban jiwa," ungkap dia. (H19-69) |