| Senin, 26 Nopember 2007 | SEMARANG |
Kompleks Pemandian Kalitaman Direlokasi
SIDOREJO- Pemkot Salatiga berencana merelokasi Kompleks Pemandian Kalitaman Kelurahan Salatiga, Kecamatan Sidorejo, Salatiga. Meskipun belum dilaksanakan dalam waktu dekat, Wali Kota John Manoppo SH telah menyetujui dan tengah menyiapkan langkah-langkah relokasi. Relokasi pemandian Kalitaman berawal dari perencanaan yang disampaikan dalam surat PDAM Kota Salatiga kepada Wali Kota. Dalam surat Nomor 690/369/2007 perihal Relokasi Pemandian Kalitaman yang ditandatangani Direktur PDAM H Darminto SE MM itu, ada beberapa alasan relokasi. Di antaranya, selama ini pemandian yang dikelola Dinas Pariwisata (Disparta) itu, dinilai memberikan kontribusi pendapatan asli daerah (PAD) yang kecil. Namun, jika air dikelola PDAM, bakal memberikan manfaat besar bagi masyarakat dan dapat meningkatkan PAD. Lalu, jika sumber air dikelola PDAM dapat meningkatkan debit air masyarakat di zone Salatiga Utara dan Tengah. Untuk perencanaan tersebut, PDAM meminta penyusunan studi kelayakan dan detail engineering (DE) dimasukkan dalam APBD 2008 sebesar Rp 550 juta. Bersamaan dengan rencana relokasi itu, Pemkot diminta membentuk tim sosialisasi dan permohonan persetujuan prinsip dari DPRD. ''Apabila pemandian Kalitaman dapat diserahkan pada PDAM sebagai penyertaan modal untuk meningkatkan pelayanan di bidang air bersih, maka akan dapat meningkatkan setoran PAD Pemkot,'' kata Darminto dalam surat itu. Wali Kota John Manoppo membenarkan adanya surat dari PDAM terhadap rencana relokasi pemandian Kalitaman. Menurutnya, rencana itu telah disiapkan sejak lama, karena pemanfaatkan pemandian sekarang ini tidak optimal. ''Tapi, belum akan dilakukan dalam setahun mendatang, karena masih dikaji,'' katanya ketika menghadiri Rakerda PAN di Hotel Ngawen, Minggu (25/11) siang. Belum Dianggarkan Menurut John, Pemkot juga belum memasukkan anggaran rencana relokasi pada RAPBD 2008. Yang direlokasi hanya Kompleks Pemandian Kalitaman, sementara sumber-sumber air lainnya di sekitar tempat itu yang biasa dimanfaatkan warga, tetap difungsikan untuk masyarakat. Adapun kompleks pemandian baru akan dibangun di tempat lain dan syukur bisa dibangun serta dikelola masyarakat. Dia menjelaskan, ke depan mata air di Pemandian Kalitaman bisa dimanfaatkan pula sebagai sumber pembuatan minuman kemasan. Sebab, debit air cukup besar, yakni 30 liter/detik. Pabrik juga akan membuka peluang kerja baru bagi masyarakat sekitar. ''Tetapi, pabriknya tidak di tempat itu, mungkin pabrik akan dibuat lebih jauh dan air akan dialirkan ke pabrik,'' jelas John. (H2-37) |