| Senin, 26 Nopember 2007 | SEMARANG |
Pedurungan Masih TerbaikSEMARANG - Setelah melalui persaingan sengit sejak hari pertama, akhirnya Kontingen Kecamatan Pedurungan masih menjadi yang terbaik Porwakos 2007. Dengan prestasi ini, berarti mereka mempertahankan gelar juara umum yang diraih tahun lalu. Keseluruhan Pedurungan meraih 40 emas, 28 perak, dan 26 perunggu. Raihan medali tersebut tidak bisa dilampaui Semarang Utara yang sehari sebelumnya memimpin klasemen sementara. Semarang Utara terpaut cukup jauh yaitu meraih 24 emas, 12 perak, dan 22 perunggu sehingga gagal mempertahankan tahta pimpinan klasemen dan harus puas menempati posisi tiga. Sebagai runner up diraih Tembalang yang mengoleksi 24 emas, 24 perak, dan 16 perunggu. Itulah hasil yang dibacakan ketua Panitia Porwakos, Didik Setyo Budiarto, dalam acara penutupan pekan olahraga warga Kota Semarang, di Lapangan Trilomba Juang, sore kemarin. Sebagai juara umum, Pedurungan kembali mendapatkan satu unit sepeda motor Honda Supra Fit X, seperti yang diraih tahun lalu. Motor tersebut untuk sarana operasional kegiatan KONI Kecamatan. Penutupan berlangsung sederhana yang dilakukan oleh Plt Ketua Umum KONI Kota, Bambang Wuragil. Peserta dihibur atraksi wushu yang dimainkan para atlet wushu Kota Semarang. "Selama empat hari para atlet telah berjuang dengan penuh sportif membela kontingennya. Jumlah atlet yang bertanding pada Porwakos kali ini sebanyak 1.447 orang dengan 22 cabang olahraga," kata Bambang. Perjuangan Panjang Dalam kesempatan itu diserahkan pula piala bergilir juara umum dan hadiah sepeda motor dari Bambang Wuragil kepada Camat Mutohar. Bambang menilai Porwakos ini sukses, baik prestasi maupun penyelenggaraan, serta sebagai wahana silaturahmi. Dari sisi prestasi, muncul bibit-bibit atlet usia muda yang mampu menunjukkan prestasi. Ke depan, atlet-atlet tersebut merupakan cikal bakal kekuatan Kota Semarang menghadapi Porda 2009. Dari sisi penyelenggaraan, semuanya berjalan sesuai jadwal yang telah disusun. Kalau pun ada protes, tidak sampai naik ke badan arbritrase KONI. Semua dapat diselesaikan di tingkat panpel cabang olahraga. Camat Mutohar mengatakan, keberhasilan kontingennya merupakan buah dari perjuangan panjang. Persiapan untuk meraih gelar itu sudah dilakukan sejak setahun lalu, usai penyerahan tali asih bagi peraih medali Porwakos 2006. "Ini sudah menjadi komitmen seluruh masyarakat Pedurungan. Tokoh masyarakat di wilayah kami begitu peduli terhadap perkembangan olahraga." (H32,J8,C16, H13,H36-18 |