| Senin, 26 Nopember 2007 | KEDU & DIY |
Miskin Budaya, Ngawur Klaim Karya Bangsa LainYOGYAKARTA - Negara yang miskin akan kekayaan budaya biasanya terus berusaha mencari pengakuan dengan cara yang tidak benar. Sebenarnya mereka tahu, namun karena butuh pengakuan dunia internasional sehingga tanpa malu-malu mereka mengklaim kebudayaan itu berasal dari negaranya. Seperti halnya Malaysia yang tanpa malu-malu mengklaim batik, lagu Rasa Sayange ataupun kesenian tradisional Reog dari Jatim menjadi milik mereka. Datuk Paduka H Sutan Moehammad Taufiq Thaib SH, Daulat Yang Dipertuan Raja Alam Pagaruyung mengatakan itu pada wartawan, kemarin. Hal tersebut disampaikan di sela-sela menghadiri pernikahan Rheindra Jais ST Sutan Pangeran Pagaruyung keponakannya dengan RAj Retno Puspito Kusumawardhani putri kerabat Keraton Pura Pakualaman KGPH Angklingkusumo di Yogyakarta. Menurut dia, kita tidak perlu takut toh bangsa-bangsa dunia juga sudah mengetahui bahwa apa yang mereka klaim itu sebenarnya berasal dari Indonesia. Selain itu secara kultural masyarakat dan seniman dari Malaysia orangnya tidak kreatif sehingga mereka kebingungan dalam mengejar ketertinggalan di bidang kebudayaan. Sebenarnya, lanjut dia, apa yang mereka klaim itu juga akibat ulah dari orang-orang Indonesia yang sudah menjadi warga negara Malaysia. Waspada Olah budaya itu bertujuan membawa kebudayaan yang berasal dari Indonesia untuk diakuinya sebagai karya mereka. "Tapi kita tidak perlu takut karena masyarakat atau seniman dan para budayawan kita lebih kreatif dari mereka," ujarnya. Meski demikian, dia menyarankan pemerintah daerah dan pemerintah pusat lebih berhati-hati dan waspada dengan sepak terjang Malaysia yang semakin ngawur khususnya dalam mengklaim karya-karya bangsa kita. Menyinggung perkawinan keponakannya itu, Sutan Moehammad Taufiq Thaib yang juga bergelar Tuanku Mudo Mahkota Alam dari Daulat Yang Dipertuan Raja Alam Pagaruyung menjelaskan, terakhir pertalian hubungan perwakinan antara Kerajaan Minang dan Kerajaan di Jawa sudah berlangsung sangat lama, yakni pada tahun 1292. (sgt-70) |