| Senin, 26 Nopember 2007 | KEDU & DIY |
Perampok Kuras ATM Makro, Rp 32 Juta RaibSLEMAN - Kawanan perampok dengan mengendarai empat mobil membobol brankas serta dua mesin ATM yang ada di pusat perkulakan Makro Cash and Carry di Jl Lingkar Utara, Maguwoharjo, Depok, Sleman, Minggu (25/11). Dari aksi tersebut, akibatnya uang puluhan juta yang ada dalam ATM dan uang yang ada dalam brankas raib digondol kawanan perampok itu. Kapolsek Depok Timur AKP TB Firman mengatakan, para perampok mendatangi Makro sekitar pukul 02.00. Di depan gerbang mereka menyatakan kepada satpam dirinya polisi yang tengah berpatroli. "Satpam yang bertugas segera mendatangi gerbang, namun dalam waktu singkat dua orang dari kawanan perampok ini meloncati pagar dan meringkus satpam," kata Firman. Perampok ini langsung melumpuhkan lima satpam, dua di antaranya yang berjaga serta merampas kunci gerbang. Para satpam yang dilumpuhkan itu kakinya diikat dengan tali rafia dan mulutnya di plester. Setelah tak berdaya, kemudian penjahat ini menuju sisi timur bangunan dan langsung membobol tembok. Setelah dapat membongkar tembok, mereka merusak pintu besi tempat brankas disimpan. "Pintu besi dibongkar dengan las," katanya. Di dalam ruangan tersebut, perampok membongkar salah satu brankas berisi uang sekitar Rp 32 juta. Tidak puas dengan mendapatkan uang di ruang brankas, para perampok segera mendatangi mesin ATM yang berada di dekat pintu masuk. Kamera Rusak Dua mesin ATM yakni milik BCA dan BNI pun segera dibongkar. Padahal, jelas dia, kedua mesin ATM itu pada Sabtu sore baru saja diisi. "Namun isinya berapa kami masih menunggu laporan dari kedua bank tersebut," jelas Kapolsek. Selain membongkar mesin ATM dan brankas, para perampok juga membawa puluhan slop rokok berbagai merek serta barang-barang lainnya. Saat ini polisi tengah menyelidiki termasuk meneliti modus perampokan. "Kita juga sudah membentuk tim untuk menyelidiki lebih lanjut," ujarnya. Tim tersebut merupakan gabungan dari Polsek Depok Timur dengan Polres Sleman. Menyinggung keberadaan CCTV atau kamera pemantau yang terpasang di beberapa titik, dia mengemukakan, sejumlah kamera yang terpasang rusak sehingga tidak bisa merekam peristiwa itu. Adapun kamera yang terpasang di dekat mesin ATM ditutup dengan menggunakan kain sehingga tidak bisa berfungsi. Sementara itu, Pujiono, salah satu pemasok yang ikut disekap mengatakan, dirinya datang ke Makro untuk mengambil barang retur. Saat masuk ke lokasi sekitar pukul 02.10, seperti biasa pintu gerbang dibukakan oleh seseorang. Namun begitu masuk dia segera ditarik dan dijatuhkan. "Saya dengan sopir segera diikat dan mulut saya diplester," ucapnya. "Bahkan, para perampok juga membawa uang kami sebesar Rp 2 juta," tuturnya. Dia menambahkan, kawanan perampok itu beberapa di antaranya terlihat membawa pistol. "Salah satunya berbicara dalam dengan bahasa dialek Banyumas," ungkapnya. (sgt-70) |