logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 26 Nopember 2007 KEDU & DIY
Line

Kepanasan, Ribuan Benih Ikan Mati

KULONPROGO - Ribuan benih ikan milik petani di sejumlah wilayah di Kulonprogo mati karena kepanasan. Memang sudah dua minggu ini panas menyengat di sekitar DIY termasuk di sana.

Tak ada lagi hujan meskipun harusnya sudah memasuki musim penghujan.

"Ketika hujan datang kami menebar ribuan benih ikan di kolam darat namun setelah hujan berhenti berganti panas luar biasa menjadikan ikan mati, tiap hari ada yang kemampul," keluh Wagiman, petani ikan yang tampak pasrah melihat kolamnya kosong hanya berisi air.

Dia mengungkapkan, sejak akhir Juli sampai awal November ribuan benih ikan miliknya mati.

Dia menduga karena perubahan cuaca yang mendadak dari hujan, dingin, tiba-tiba berubah menjadi panas, kering kerontang.

Cuaca waktu malam hari saja terasa panas, hal ini yang membuat ikan-ikannya mati. Jumlah kerugiannya mencapai Rp 75 juta.

Uang sebanyak itu dia gunakan untuk membeli bibit lele dan gurami. Ketika disebar usia bibit baru 50-60 hari. Pada awalnya bagus karena hujan selalu turun dan cuaca tidak sepanas sekarang. Pakan dan keperluan lain ditambah agar bibit segera membesar.

Namun tiba-tiba hujan yang tiap hari turun selama seminggu berganti menjadi panas luar biasa. Pupuslah sudah harapannya memanen ikan.

Lumayan

"Untung saja masih ada beberapa kolam yang dapat panen dari hasil benih musim lalu dan hasilnya lumayan karena setelah Lebaran lalu harga jual ikan lumayan tinggi," ujarnya.

Sementara itu, petugas Subdin Perikanan Kulonprogo Ir Prabowo Sugondo menjelaskan, memang banyak benih ikan mati.

Perubahan cuaca yang tidak menentu mengakibatkan benih tak mampu bertahan hidup. Dia memperkirakan dampaknya kelak menyebabkan produksi ikan turun.

Petani, menurutnya, harus benar-benar melihat situasi kalau memang cuaca tidak bersahabat lebih baik menjual dalam bentuk bibit.(D19-70)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA