| Senin, 26 Nopember 2007 | INTERNASIONAL |
Jepang Cemaskan Kedekatan Rudd dengan China
SYDNEY - Indonesia dan China menyambut baik kemenangan Partai Buruh dalam pemilihan umum Australia, yang mengantarkan mantan diplomat Kevin Rudd sebagai perdana menteri baru. Namun, Jepang mencemaskan kedekatan Rudd dengan Beijing. Rudd telah menyatakan komitmennya untuk menjalin hubungan lebih erat dengan negara-negara Asia. Namun sebagian media Jepang mengkhawatirkan kedekatan Rudd dengan China yang selama ini menjadi rival Tokyo di kawasan Asia Timur. Jepang terutama sangat khawatir dengan perkembangan militer China akhir-akhir ini. ''Ada pendapat bahwa hubungan Australia-Jepang bakal melemah apabila Canberra di bawah pemerintahan Rudd. Mantan diplomat yang fasih berbahasa Mandarin itu dinilai lebih condong ke China,'' tulis harian Yomiuri Shimbun. Dalam beberapa tahun terakhir, saat Australia dipimpin John Howard (68), Jepang telah memulai perundingan perdagangan bebas dengan Canberra dan kedua negara juga telah menandatangani pakta pertahanan bersama. Akan ke Bali Secara terpisah, juru bicara kepresidenan Dino Patti Djalal mengatakan kemenangan Rudd akan menambah peluang kesuksesan konferensi iklim di Bali. ''Presiden Yudhoyono telah mengundang Kevin Rudd untuk hadir dalam konferensi Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang perubahan iklim yang akan diselenggarakan di Bali. Kami yakin, kehadirannya akan memiliki makna simbolis bagi konferensi itu dan juga akan mengubah dinamika politik karena Australia belum menandatangani Protokol Kyoto,'' kata Dino. Rudd menyatakan bahwa dia bersedia menghadiri konferensi di Bali. ''Presiden Yudhoyono secara formal mengundang saya untuk menghadiri konferensi Bali yang berkaitan dengan perubahan iklim. Saya menyambut baik undangan itu,'' kata Rudd di Brisbane, kemarin. Perdana Menteri China Wen Jiabao juga telah mengucapkan selama kepada Rudd. Kantor berita Xinhua melaporkan, Rudd telah berbicara dalam bahasa Mandarin dengan Presiden Hu Jintao September lalu. Dalam percakapan itu, Hu memuji sikap Rudd selama menjadi diplomat di Kedutaan Australia di Beijing pada 1980-an. Mengenai hubungan Australia-Amerika Serikat, Rudd diperkirakan tidak akan membuat perubahan drastis, kendati dia bertekad menarik pasukan dari Irak dan meratifikasi Protokol Kyoto. Para pengamat mengatakan, tekad Rudd itu bakal makin mengurangi sekutu Presiden Amerika Serikat George W Bush dalam isu perang Irak dan Protokol Kyoto. Kebijakan luar negeri Rudd juga diperkirakan akan membuat Australia lebih independen. (rtr-ben-25) |