| Senin, 26 Nopember 2007 | EKONOMI |
CJIBF Tawarkan Investasi Rp 15 TriliunSOLO-CJIBF (Central Java Infrastructure Business Forum) 2007 menawarkan investasi senilai Rp 15 triliun. Angka itu lebih besar dari tahun sebelumnya yang hanya Rp 14 triliun. Ada sekitar 69 proyek yang ditawarkan dalam forum ini. Menurut Ketua CJIBF Ir H Solichedi, ada perbedaan signifikan antara CJIBF 2006 dan 2007. Disamping mengundang investor asing, juga ada penandatanganan kerja sama antara Kadin Jateng dengan Kadin Belanda, Norwegia, Singapura, Inggris, dan Jerman. ''Kalau serapan proyek CJIBF bisa mencapai Rp 5 triliun saja maka sudah mendongkrak sekitar 0,5 persen dari pertumbuhan ekonomi Jateng,'' kata Solichedi dalam acara welcome dinner di Sasana Andrawina, Keraton Surakarta, semalam. Acara juga dihadiri anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) asal Jateng Ir H Budi Santoso, Ketua HIPMI Jateng Kukrit Suryowicaksono MBA, KGPH Kusumayuda mewakili Sinuhun PB XIII, para kepala daerah atau perwakilan dari 35 kabuapetn/kota, dan Kepala Bapeda Jateng yang mewakili Gubernur Drs Ali Mufiz MPA. Beberapa investor dari luar negeri juga tampak hadir. Seperti dari Jerman, Kanada, Jepang, Taiwan, dan Australia. Dalam acara itu juga dimeriahkan beberapa pertunjukan tari seperti tari Srimpi Sangopati, Bandayuda, Merak dan fashion show dari Batik Semar. Panitia juga menyebar angket pada peserta untuk memilih alternatif ''Brand Jateng''. Setelah welcome dinner, CJIBF akan dilanjutkan dengan seminar dan presentasi di The Sunan Hotel hari ini. Seleksi Ketat Didik Sukmono, Ketua Komite Tetap Investasi Kadin Jateng mengemukakan, ada enam jenis investasi yang ditawarkan pada masyarakat. Yakni industri manufaktur, infrastruktur, pertambangan, pertanian, pariwisata, dan perumahan. ''Para investor bisa memilih investasi yang diinginkan,'' katanya. Semua proyek yang ditawarkan di CJIBF sudah melalui proses seleksi ketat yang dilakukan beberapa tahap. Tahapan itu antara lain seleksi semua data yang masuk, analisa data, kunjungan lokasi atau lapangan, review ulang atas data yang ada. CJIBF juga melakukan persiapan ketat untuk para penjual potensi (pemkot/pemkab) dalam bentuk pelatihan dan penawaran.(G8-59) |