| Senin, 26 Nopember 2007 | BUDAYA |
Noet's, Bermula dari NotasiNOT partikel terkecil dalam lagu. Namun, jangan remehkan not. Sebab, dari rangkaian not yang ditata sedemikian rupa dengan ritme harmonislah tercipta sebuah lagu indah. Sebaliknya, melenceng sedikit, sebuah lagu bisa hambar, tak sedap didengar. Begitulah Ifan dan kawan-kawan memaknai not. Lalu, terbetiklah ide menamai grup musik yang mereka bentuk pada 14 Oktober 2006 dengan Noet's. Nama itu berarti not, notasi. "Persaingan di dunia hiburan di Indonesia makin keras. Kami terpanggil memberikan kontribusi untuk memajukan belantika musik dengan membentuk Noet's. Dengan mengawali kiprah dari Yogyakarta, kami berharap bisa mewarnai dunia hiburan," ujar sang vokalis itu. Noet's yang digawangi Ifan, Yudhis (gitar), Ivan (bas), Yoga (kibor), dan Herman (drum) itu menjajal peruntungan dengan menggebrak panggung pertunjukan lewat nomor milik mereka atau mencomot dari top 40, hit dari bumi sendiri. Respons publik pun positif. "Sebagai band, kami memang terpengaruh berbagai aliran musik. Namun kami tak fanatik pada sebuah grup. Kami berusaha mempersatukan berbagai kiblat bermusik setiap personel sehingga jadi sebuah warna baru," ujar Herman. Ya, Noets pun hadir dengan mengusung musik pop dengan sedikit sentuhan alternatif, rock, dan jazz. "Kami menitipkan dua minialbum ke radio-radio. Respons pendengar sangat baik. Bahkan 'Cinta Putih', lagu kami, masih banyak dipesan pendengar," katanya. Selain "Cinta Putih", mereka mengandalkan nomor Ingkarmu, Khilafku, Mungkin Lebih Baik, dan Selamat Tinggal. Juga tiga nomor anyar, Tenanglah Kawan, Cinta Putih, dan Keinginanmu. Kini, mereka terus mengamen sembari berusaha ekstrakeras menembus mayor label. Bila kelak cita-cita mereka kesampaian, Yogyakarta pun memperpanjang lagi daftar band asal kota itu yang berjuang di panggung hiburan Tanah Air. (Wawan Hermawan-53) |