| Senin, 26 Nopember 2007 | BANYUMAS |
Jambore Mercy Akhir 2007Merintis Pembentukan Mercedes Benz ClubMERCY 300E buatan 1989 dengan electronic seat dan beberapa kemewahan lain kini bisa ditebus dengan harga Rp 50 juta sampai Rp 55 juta. Harga itu setara dengan Great Corolla 1993. "Meski berkesan mewah, sekarang mobil Mercy bukan lagi barang mahal," kata Ristiyanto, PNS asal Cilacap. Pemilik Mercy Tiger itu tengah merintis pendirian Mercedes Benz Club Korwil Banyumas. Ada sekitar 20 pemilik Mercy dari Purwokerto, Cilacap, dan Purbalingga yang berminat bergabung. Mereka adalah pemilik Mercy berbagai tipe mulai Kentang (1960-an), Kebo (1970-an), Tiger (1977-1986), sampai jip G-300 (1980-an). Pemiliknya pun beragam. Ada pensiunan, PNS yang masih aktif, pengusaha, anak-anak muda, serta wartawan. Anggota klub yang dibentuk bukan pemilik tipe tertentu sehingga tidak berkesan eksklusif. Pemilik mobil tua bisa bergabung dengan Mercy tipe New Eyes keluaran tahun 2000-an. Jambore Langkah awal pendirian klub itu adalah membentuk panitia acara jambore Mercy yang akan diselenggarakan akhir 2007. "Klub Mercy Bandung juga ingin datang ke Banyumas untuk touring ke objek-objek wisata di sini," ujar Ristiyanto yang didaulat jadi ketua panitia acara tersebut. Dia dibantu oleh Wakil Ketua Adi Nugroho, Sekretaris Fahmi, Bendahara Sukoriyanto, serta beberapa seksi lainnya. Satrio, humas panitia mengatakan objek wisata yang akan dikunjungi antara lain Baturraden Banyumas, Owabong Purbalingga, serta Benteng Pendem dan Teluk Penyu Cilacap. "Semua acara masih kami olah," ujarnya. Anggota Mercy Club berasal dari berbagai kelompok umur. Dalam touring di Yogyakarta beberapa waktu lalu anggota tua komplain karena acara dikemas hanya untuk anak muda. "Saya minta acara di Banyumas bisa memenuhi selera seluruh anggota," usul Budi, purnawirawan Polri pemilik Mercy tahun 1960-an. Untuk menyukseskan acara tersebut Mercy Club mengundang Penggemar Mobil Kuno (PMK) untuk berpartisipasi. Organisasi tersebut dinilai sudah sangat berpengalaman dalam menyelenggarakan kegiatan-kegiatan otomotif.(Didi Wahyu, Gading SP-27) |