logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 26 Nopember 2007 BANYUMAS
Line

Aris: Soal Ijazah Sudah Selesai

PURWOKERTO-Tim relawan "Banteng Aris Wahyudi" kemarin resmi dideklarasikan di sekretariatnya Jalan Suwatiyo Purwokerto. Selaku ketua ditunjuk Isnaeni. Ratusan anggota terutama dari kader dan simpatisan PDI-P bergabung. Termasuk elemen lain.

Bersamaan dengan deklarasi juga mulai disebarkan stiker pasangan Aris-Acong sekitar 150 ribu dan sekitar 200 baliho siap dipasang mulai besok setelah proses perizinan di KPPI selesai.

Isnaeni kepada wartawan mengatakan, pekerjaan Banteng AW secara internal ingin mengembalikan kelompok-kelompok yang sempat berbeda pandangan untuk kembali ke kandang, mendukung calon yang sudah mendapatkan rekomendasi dari DPP, Aris-Asroru (AA).

Kemudian ingin mempersatukan kembali kaum nasionalis yang sudah terlanjur memberikan dukungan ke calon lain. Itu ditujukan kepada kelompok-kelompok nasionalis yang sudah terang-terangan mendukung calon yang diusung partai lain, yang tak sejalan dengan ideologi nasionalis dari PDI-P.

Khusus untuk kader dan jajaran struktural kalau ada yang mendukung calon lain baik saat kampanye maupun proses sekarang, akan dilaporkan ke DPP. Untuk yang non struktural (kultural) sanksinya diserahkan masyarakat.

"Kami juga ingin mempersatukan elemen-elemen lain di luar PDI-P. Sebab relawan Banteng AW ini sifatnya terbuka, tidak hanya dari komponen PDI-P dan kaum nasionalis saja," kata Isnaeni.

Aris Wahyudi menyatakan, kelompok nasionalis yang menyebrang mendukung calon yang diusung partai lain, bukan sebagai nasioanalis sejati. Namun mereka masuk dalam kelompok nasionalis "murtad".

Kedekatan

Kalau mau menyebut kaum nasionalis mestinya yang memiliki kedekatan ideologi adalah PDI-P. Sebab sejak awal partai ini konsisten pada platform memperjuangkan NKRI dan menolak amandemen UUD 1945.

"Kalau tiba-tiba ada kelompok yang mendukung calon lain juga mengatasnamakan kaum nasionalis itu sah-sah saja. Namun nasionalis sejati ya yang di PDI-P. Mereka yang menyeberang itu masuk kelompok nasionalis murtad," tegasnya.

Kelompok seperti itu, katanya, nanti juga akan mendapatkan sanksi sosial dan moral dari masyarakat. Masyarakat akhirnya bisa menilai. Pascapilbup, mereka juga juga akan sulit lagi bisa diterima di komunitas PDI-P.

Disinggung soal ijazah, Aris menyatakan, persoalan tersebut dianggapnya sudah klir dan tak perlu dipermasalahkan lagi karena KPU sudah mengecek ke dua sekolahnya (SMP dan SMA). Hasilnya juga dinyatakan sah, kendati memakai surat keterangan pengganti ijazah.

"Informasinya Senin besok (hari ini) KPU juga mau mengcek ke Dikti, untuk memperjelas status gelar BEng saya yang dinilai juga tidak sah. Silakan saja di cek, ijazah saya juga asli dan saya lulus," tegasnya.(G22,in-55)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA