SETIAP musim haji tiba, hadir pula persoalan yang berkait dengan
manajemen. Masalah-masalah itu tak jarang menimbulkan "bencana"
yang memalukan. Masih tak bisa hilang dari ingatan, tahun lalu ada jamaah
yang kelaparan karena Departemen Agama (Depag) salah mengelola katering.
Ada pula masalah-masalah yang berkait dengan pondokan yang jauh dari pusat
peribadatan, sehingga mereka kelelahan. Apa persoalan tahun ini? Bagaimana
cara Depag mengatasi? Berikut perbincangan dengan Dirjen Penyelenggaraan
Haji dan Umroh Departemen Agama RI, H Slamet Riyanto, di Jakarta, belum
lama ini. Penyelenggaraan haji selalu menjadi sorotan publik dan Depag
senantiasa mewartakan perbaikan pelayanan. Apa yang telah dilakukan tahun
ini?
|
 |
Istri: Siti Rahayu Rahmawati Anak: Annisa Ardhya Garini
SH, Muhammad Reza Ardhiyanto, Zulfa Budiastuti, Syifa Fatimah Az Zahra,
dan Rifa Mufiddah Riwayat Pendidikan: PGAN Cilacap (1970) S1 IAIN
Sunan Kalijogo, Yogyakarta (1978) S2 IAIN Jakarta (2004) Riwayat Pekerjaan: Kasubbag Pengurus Surat dan Kearsipan Depag
(1983) Kabag Tata Usaha Depag (1988) Kasubdit Bimbingan Petugas Ditbina
Haji Depag (1993) Kasubdit Kemasjidan pada Ditura Islam Depag (1995) Sekretaris
Ditjen BIUH Depag (2000) Sekretaris Inspektur Jenderal Depag (2002) Inspektur
Jenderal Depag (2002) Dirjen Bimas Islam dan Penyelenggaraan Haji Depag
(2005) Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umroh Depag (2006-sekarang)
|