| Minggu, 25 Nopember 2007 | NASIONAL |
JELANG PILGUB 2008Murdoko : Ali Mufiz Kembalikan Formulir
SEMARANG- Ketua DPD PDI-P Jateng Murdoko menjamin Gubernur Jateng Drs H Ali Mufiz MPA telah mengembalikan formulir pendaftaran calon gubernur ke DPD PDI-P Jateng, namun belum lengkap. ''Saya jamin sudah, saya tahu sendiri. Setelah pengembalian, tim verifikasi akan memberi tahu kepada calon mengenai hal-hal yang perlu dilengkapi. Misalkan, syarat kesehatan atau yang lain,'' katanya, semalam. Apakah Ali Mufiz juga menyertakan dukungan 35.000 dukungan dan kapan mengembalikan? Murdoko menyatakan belum tahu rinciannya. Pada prinsipnya, setelah formulir diambil akan diisi oleh calon, kemudian dikembalikan. Dia menyatakan mekanismenya setelah pendaftaran ditutup, tim verifikasi akan bekerja memverifikasi data-data pendaftar, lalu hasilnya disampaikan pada calon bersangkutan agar dilengkapi. Sesuai jadwal pascapenutupan 24 November, tim verifikasi yang berasal dari DPP dan DPD I akan turun memeriksa kelengkapan persyaratan calon. Murdoko juga menyatakan dirinya sudah mengembalikan formulir. Sementara itu, Ali Mufiz saat ditemui dalam ''Halalbihalal dan Launching Pendaftaran Calon Gubernur/ Wakil DPW PKB'' di Hotel Patra, sore harinya, enggan memberi komentar soal nasib formulir yang diambil di PDI-P. ''Lihat saja perkembangannya. Yang terpenting sekarang, beri waktu saya menyelesaikan tugas sebagai gubernur,'' ujar dia. Ia mengatakan belum ada rencana untuk mendaftar di PKB, mengingat pembukaan pendaftaran di partai itu baru Senin besok, dengan waktu satu bulan. Maka masih ada waktu bagi dirinya untuk berpikir. Happening Art Prof Eko Budiharjo, Sabtu (23/11), juga mengembalikan formulir pendaftaran di Kantor DPD PDI-P Jateng. Ia menyerahkan dukungan tanda tangan/KTP lebih dari 40.000 dukungan. Saat mengembalikan didampingi istri, seniman, dan elemen kampus. Pengembalian formulir juga dimeriahkan dengan happening art. Empat laki-laki dengan badan dibungkus kertas dan koran yang bergambar uang, tangan dirantai, dan kaki dibelenggu. ''Saya mencari dukungan yang tidak menggunakan uang. Banyak yang mau mendukung tapi dengan embel-embel satu KTP/dukungan dihargai Rp 15.000-20.000. Jangan sampai paradigma buruk politik uang yakni yang bisa tampil dalam pilkada adalah orang-orang yang punya uang, bisa terjadi,'' ujar Prof Eko. Dengan cara seperti itu, dia mengaku tidak akan kecewa kalau tidak berhasil. Sebelumnya, Ahmad Zainuri Zain juga mengembalikan formulir ke PDI-P sekitar pukul 11.00. Saat pengembalian, Prof Eko diterima Sekretaris DPD MG Nuniek Sriyuningsih. Sepengetahuan Nuniek mengatakan, dari 13 formulir yang diambil, yang telah mengembalikan. Ketua Dewan Syura DPP PKB KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) menyatakan akan melakukan kampanye di seluruh Jateng, jika DPW PKB Jateng sudah punya calon gubernur dan wakil gubernur. ''Saya akan kampanye di wilayah enam karesidenan. Satu karesidenan, masing-masing tujuh kali, sehingga akan mencapai 42 kali. Untuk Jateng akan entek-entekkan,'' kata dia dalam Halalbihalal dan Launching Pendaftaran Calon Gubernur/Wakil DPW PKB di Hotel Patra. Selain Ali Mufiz, acara itu dihadiri Pangdam IV/ Diponegoro Mayjen TNI Agus Suyitno, Wali Kota Sukawi Sutarip, Bupati Banjarnegara M Djasri, Popy Darsono, bakal calon gubernur Ahmad Zainuri Zain. Hadir pula Ketua Dewan Tanfidziyah DPP PKB Muhaimin Iskandar, Sekjen Yenny Wahid, dan sejumlah fungsionaris DPP PKB. Gus Dur mengatakan, banyaknya bakal calon gubernur yang hadir dalam launching itu menunjukkan PKB sedang naik daun dan diminati banyak bakal calon. ''Kalau seperti ini, sebenarnya lagi mahal-mahalnya. Mudah-mudahan bertahan terus hingga 2010,'' lanjut Gus Dur. (H7,J8-77) |