| Minggu, 25 Nopember 2007 | NASIONAL |
Era Konservatif Howard Berakhir
SYDNEY - Pemimpin Partai Buruh Kevin Rudd (50) menang telak dalam pemilihan umum Australia kemarin. Dia mengakhiri era kepemimpinan tokoh konservatif John Howard (68) yang telah menjadi perdana menteri sejak Maret 1996. ''Hari ini Australia telah menyongsong masa depan. Hari ini rakyat Australia memutuskan bahwa kita sebagai bangsa akan maju bersama untuk menulis lembaran baru sejarah negara kita,'' kata Rudd, dalam pidato yang disiarkan langsung televisi, kemarin. Sampai pukul 21.00 WIB semalam, komisi pemilihan Australia menyatakan lebih dari 70 persen suara telah dihitung dan Partai Buruh unggul. Australian Broadcasting Corp memperkirakan, Buruh bakal memperoleh 81 dari 150 kursi Majelis Rendah Parlemen. Mengaku Kalah Kemenangan Rudd itu sekaligus menjadi akhir yang memalukan bagi karier politik John Howard. Howard mengatakan telah menelepon Rudd untuk mengucapkan selamat atas kemenangannya. ''Saya mengucapkan selamat kepada Kevin Rudd dan Partai Buruh Australia atas kemenangan mereka. Saya mendoakannya selaku perdana menteri ke-26 Australia serta semoga dia berhasil dalam menjalan tugas yang akan diembannya,'' kata Howard. ''Saya bertanggung jawab atas kampanye Partai Liberal. Karena itu, saya juga bertanggung jawab sepenuhnya atas kekalahan koalisi kami dalam pemilu ini,'' tambahnya. Dia mengatakan bahwa dia kemungkinan besar akan kehilangan kursinya di parlemen. Jika hal itu terjadi, Howard merupakan satu-satunya perdana menteri Australia yang tidak lagi menjadi anggota parlemen setelah partainya kalah pemilu. Kemenangan Rudd juga menandai perubahan generasi sekaligus peralihan kepemimpinan dari koalisi Partai Liberal-Nasional yang berhaluan kanan-tengah ke Partai Buruh yang berpandangan kiri-tengah. Dengan kemenangan itu, Rudd menjadi perdana menteri ke-26 Australia. Dia menyampaikan pidato pertamanya sebagai perdana menteri baru di depan para pendukungnya yang memadati stadion Suncorp, Brisbane, semalam. Dia menegaskan akan melakukan segala upaya untuk menghormati kemenangan besar kubunya. ''Saya akan menjadi perdana menteri bagi rakyat pribumi Australia. Saya akan selalu memimpin demi kepentingan nasional Australia,'' kata dia yang didampingi istrinya, Therese Rein. Rudd secara khusus memuji Julia Gillard, wakilnya di Partai Buruh. Dia mengumumkan bahwa Gillard bakal menjadi wakil perdana menteri dalam pemerintahannya. Howard gagal mengukir sejarah perpolitikan di negerinya sebagai perdana menteri untuk yang kelima kalinya. Pemilu kemarin diikuti lebih dari 13,6 juta pemilih. Selama enam minggu kampanye, Howard dan kubu koalisi Partai Liberal-Nasional mengusung tema kampanye ''kepemimpinan yang tepat'', sedangkan Rudd dan Partai Buruh menjanjikan kepemimpinan baru dengan visi dan ide segar bagi Australia.(rtr-ben-ant-26) | ||||