logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 24 Nopember 2007 NASIONAL
Line

Menggagas Museum Kars Dunia (3-habis)

Dirancang Menjadi Kawasan Wisata Terpadu


SM/Bambang Pur WISATA TERPADU: Perbukitan Gunung Sewu di Dusun Mudal, Desa Gebangharjo, Pracimantoro, Wonogiri, dirancang menjadi kawasan wisata terpadu.(30)

SEBAGAI tuan rumah yang akan ketempatan bangunan monumental museum kars dunia, Pemkab Wonogiri menyambutnya antusias. Pada Mei 2007 lalu, Presiden Susilo Bambang Yudoyono (SBY) diundang untuk pencanganan awal museum kars.

Tapi Presiden SBY belum bisa hadir, meski jadwal kedatangannya pernah diundurkan beberapa kali sampai Agustus 2007. Meski orang pertama di Indonesia itu belum datang ke Wonogiri, semangat mempersiapkan Gunung Sewu sebagai calon kawasan museum kars dunia terus dilakukan Pemkab.

Areal tanah seluas 3,6167 hektare untuk lokasi pembangunan museum sudah dibebaskan. Pemkab juga membangun sejumlah shelter, gardu pandang, membenahi lorong Gua Tembus dilengkapi lapisan urukan pasir laut di bawahnya. Selain itu, dipasangi penerangan listrik, membangun kelengkapan jalan lingkar setapak, dan jalan aspal yang menghubungkan ke tujuh potensi gua yang ada di sekitarnya.

Juga dibangun model-model teknik konservasi alam, penataan terasering, penghijauan, cekdam pengendali, kincir angin, dan percontohan usaha produktif pemanfaatan lahan pekarangan sebagai manifestasi gerakan perekonomian rakyat.

Di gerbang masuk ke Dusun Mudal Desa Gebangharjo Kecamatan Pracimantoro, dibangun tugu dengan tulisan ''Kawasan Museum Kars Dunia''. Di kanan-kiri sepanjang jalan ke lokasi, ditanami pohon palem raja. ''Sayang banyak yang mati karena kurang disiram saat musim kemarau lalu,'' ujar Joko, seorang pelancong dari Gunungkidul, DIY.

Joko bersama rekan-rekannya mengaku suka datang ke calon kawasan museum kars dunia itu, setelah mendengar kabar dari mulut ke mulut.

Bupati H Begug Poernomosidi mengatakan, lokasi itu ke depan dirancang menjadi kawasan objek wisata terpadu. Di sana dapat dibangun berbagai tempat peribadatan dan sarana pembinaan mental spiritual. ''Pemkab memfasilitasi tanahnya. Silakan dibangun tempat peribadatan yang mencerminkan kerukunan bangsa,'' katanya.

Untuk mencukupi kebutuhan lahan menjadi kawasan wisata terpadu, dibutuhkan tanah seluas 30,2497 ha. Tahap awal, Pemkab telah membebaskan 3,6167 ha. Luas lahan yang dicadangkan 26,6330 ha, kini masih dalam pendataan. (Bambang Pur-62)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA