logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 24 Nopember 2007 NASIONAL
Line

Keramahtamahan Jateng Harus Mendorong Peningkatan Investasi

SEMARANG - Keramahtamahan masyarakat Jawa Tengah harus diarahkan untuk menciptakan iklim kondusif, sehingga mendorong peningkatan investasi di provinsi ini. Itulah sebabnya upaya untuk memberi merek Jateng (Central Java Branding) sebaiknya difokuskan untuk menarik investor menanamkan modal di wilayah ini. Peningkatan investasi akan memberi kontribusi pada penyerapan tenaga kerja, serta pengembangan perdagangan dan pariwisata.

Gubernur Jateng Drs Ali Mufiz MPA mengemukakan hal tersebut ketika menerima tim Central Java Branding, di ruang kerjanya, kemarin. ''Brand harus bisa menggerakkan masyarakat (social engineering). Brand menjadi alternative dispute resolution; menjadi alternatif penyelesaian kalau ada konflik yang muncul,'' katanya.

Karena itu, Gubernur berpesan, agar branding yang dilakukan melibatkan berbagai elemen masyarakat. Brand yang nantinya muncul harus merupakan masukan-masukan dari masyarakat, sehingga lebih bersifat bottom up, bukan top down. ''Tidak ada keputusan gubernur dalam hal ini, alternatif brand harus dites dulu, semacam uji pesan ke masyarakat, mana yang cocok,''katanya.

Uji pesan itu, menurut dia, harus dilakukan tidak hanya di Semarang, melainkan di seluruh (35 kabupaten/kota). Jadi, brand itu harus menjadi milik seluruh masyarakat Jateng.

Masukan di CJIBF

Tim Central Java Branding terdiri atas unsur Bappeda, GTZ-red, Kadin, Suara Merdeka, Indonesia Marketing Association (IMA) Jateng, dan konsultan Stupa dari Yogyakarta.

Tim ini sedang melakukan usaha untuk menghasilkan merek Jateng. Stupa sudah melakukan survei, focus group discussion (FGD), dan analisis, yang hasilnya akan dilempar pada acara Central Java Infrastructure Business Forum (CJIBF), 25-26 November di Solo.

''Ini masih dalam proses, belum final. Jadi, di CJIBF nanti bukan launching, melainkan baru konsep yang masih memerlukan masukan dari masyarakat,'' kata Ketua Bappeda Jateng, Anung. Karena itu, di CJIBF itu, tim akan menyebar kuesioner untuk mendapatkan respons.

Managing Director Suara Merdeka, Kukrit Suryo Wicaksono menekankan, yang penting dalam branding adalah tindak lanjut dan sosialisasi kepada masyarakat.

''Itulah sebabnya, konsep yang sudah ada harus dites dulu, bagaimana respons spontan masyarakat,'' katanya.

Dari hasil analisis konsultan, terdapat beberapa alternatif tagline, yang masih dapat berubah atau berkembang dalam proses selanjutnya. Jadi, mungkin saja salah satu alternatif yang terpilih, tidak ada satu pun yang terpilih, atau modifikasi antara alternatif-alternatif itu. (C19-62)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA