logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 24 Nopember 2007 NASIONAL
Line

Calhaj Diminta Bawa Barang Seperlunya

BOYOLALI -Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Adisumarmo Solo meminta calon haji (calhaj) yang akan berangkat ke Arab Saudi agar membawa barang seperlunya. Apabila calhaj membawa barang-barang penting selama perjalanan supaya dikoordinasikan dengan ketua kelompok atau petugas pendamping (TKHI dan TPHI). Hal tersebut disampaikan Kepala PPIH Drs H Masyhudi MM, Jumat (23/11), saat menanggapi proses penyitaan barang milik calhaj oleh bidang bea dan cukai Embarkasi Adisumarmo beberapa waktu lalu.

"Petugas tidak akan menyita barang yang dibawa calhaj, selama barang itu wajar dan fungsinya penting."

Namun, sebaliknya, petugas akan menyita bila barang-barang yang dibawa calhaj dinilai membahayakan bagi penerbangan udara. Menurut Masyhudi yang juga Kakanwil Depang Provinsi Jateng, peraturan yang ditetapkan oleh bandara baik di Indonesia maupun Arab Saudi sangat ketat. Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, maka Embarkasi Adisumarmo terlebih dahulu menerapkan langkah-langkah anstisipasi (penyitaan) tersebut. "Toh, semua itu demi kebaikan calhaj selama menunaikan ibadah haji," terangnya. Masyhudi juga mengingatkan calhaj agar tidak membawa barang-barang terlarang seperti alat pemotong kuku, paku, gunting (benda-benda tajam), rokok, dan air minum dalam kemasan di dalam pesawat terbang. Namun khusus calhaj yang membawa obat-obatan untuk kesehatannya, diperbolehkan.

Sementara itu, Ketua TP4H Prof Dr Slamet Budi Prayitno didampingi anggota Drs H Hisyam Alie menginformasikan, calhaj dari kloter 2 yakni Sugiono bin Darmosuwito (68) asal RT 1 RW 2 Desa Krajan Kecamatan Banyubiru Kabupaten Semarang meninggal dunia pada Selasa (20/11) di Madinah. Wartawan Suara Merdeka Agustadi, semalam melaporkan dari Madinah, jenazah Sugiono sudah dimakamkan di kota tersebut.

Adapun M Thoha (71), juga dari kloter 2, alamat Desa/Kecamatan Tengaran Kabupaten Semarang diopname karena kelelahan di balai pengobatan daerah kerja (daker) Madinah. Ditambahkan, pada musim haji tahun ini Masjid Nabawi dibuka 24 jam, sedangkan tahun lalu hanya sampai pukul 23.00 waktu setempat. (J5-62)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA