logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 24 Nopember 2007 NASIONAL
Line

"Hakim Kasus Adelin Bodoh"


SM/dok Bismar Siregar

JAKARTA- Mantan Hakim Agung, Bismar Siregar, menilai hakim di Indonesia masih berkutat pada peraturan formal. Pernyataan ini terlontar menanggapi vonis majelis hakim PN Medan yang membebaskan Adelin Lis dalam perkara pembalakan liar pada 5 November lalu.

"Saya katakan saya istighfar. Hakim tersebut bodoh, tidak bertanya pada keadilan yang ada di dalam dadanya," kata Bismar usai memberi khotbah Jumat di Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia, Jumat (22/11).

Seandainya keadilan yang dijadikan landasan, kata Bismar, hasil pemeriksaan akan menyatakan perkara Adelin Lis merupakan tindak pidana korupsi. Dia juga menilai, putusan tersebut merupakan musibah yang mencoreng wajah bangsa ini.

"Walaupun hanya kesalahan administrasi, tapi mengakibatkan kerugian bagi bangsa dan negara, ya korupsi itu," tandasnya.

Bismar enggan berkomentar mengenai hasil pemeriksaan Mahkamah Agung (MA) yang menyimpulkan Majelis Hakim PN Medan yang memutus bebas Adelin Lis bebas dari dugaan korupsi kolusi dan nepotisme (KKN).

Majelis Hakim yang dimaksud adalah Anwar Byrin (ketua majelis), Robinson Tarigan, Dolman Sinaga, Ahmad Semma, dan Jarasmen Purba. "Saya sudah berada di luar MA, tidak pantas menilainya," kilah Bismar.

Dia menambahkan, sangat bersyukur bahwa MA sangat cepat mengadakan penilaian atau eksaminasi.

Seperti diketahui, Majelis Hakim PN Medan yang memvonis bebas terdakwa kasus pembalakan liar menganggap Adelin Lis tidak terbukti melakukan penebangan liar. (J13-48)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA