logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 24 Nopember 2007 NASIONAL
Line

Heru Palsukan Surat PB XIII

  • Hashim Siap Diperiksa

SOLO- Heru Suryanto (55), tersangka penadah pencurian arca di Museum Radya Pustaka Surakarta, mengaku memalsukan surat berkop Keraton Surakarta untuk memuluskan aksinya. Selain memalsukan kop surat, dia mencatut nama SISKS Paku Buwono XIII. Yaitu dengan membuat surat palsu dan seolah-olah lima arca yang dijualnya milik Raja Ke-13 di Keraton Surakarta.

Setelah ada surat sakti itu, artefak berujud lima arca itu dijual Heru dan akhirnya bisa sampai ke tangan pengusaha ternama Hashim Djojohadikusumo.

Pengakuan itu dikemukakan Heru dalam penyidikan di Mapoltabes Surakarta, Jumat (23/11). Kertas surat berkop simbol Keraton dipesan dari rental komputer di belakang Taman Sriwedari, sedangkan stempel tandatangan dipesan dari sebuah toko buku di Jalan Slamet Riyadi, Solo.

Setiap arca yang dijual, Heru menyertakan surat pengesahan lengkap dengan legalitas stempel keraton dan tanda tangan palsu PB XIII.

Surat rekomendasi penjualan lima arca dari PB XIII itu memunculkan polemik, karena pihak Hashim melalui Fadli Zon meyakini surat itu resmi sehingga Hashim yakin membelinya.

Namun, pihak Keraton Surakarta membantah PB XIII telah mengeluarkan surat rekomendasi atas lima arca yang dijual Heru Suryanto kepada Hashim.

Bantahan itu disampaikan oleh Pengageng Sanana Wilapa GKR Wandansari, Kamis (22/11) lalu di Kantor badan Pengelola Keraton Surakarta. Pimpinan Lembaga Hukum Keraton Surakarta KP Edy Wirabhumi pun menegaskan Sinuhun tidak mungkin melakukan perbuatan senista itu. ''Situasi ini seperti menjadi jalan bagi pihak-pihak tertentu yang ingin berspekulasi untuk memojokkan kami. Sejak awal kami sudah menduga, surat itu palsu. Saya menjamin 100% palsu. Sekarang sudah ada pengakuan dari yang memalsukannya,'' tegasnya.

Heru kepada penyidik menjelaskan setiap lembar kop surat atas nama Keraton Surakarta yang dipalsukan seharga Rp 40.000. Adapun stempel dipesan dari sebuah toko buku di Jalan Slamet Riyadi, seharga Rp 125.000.

Hashim Siap

Sementara itu, adik kandung mantan Pangkostrad Letjen TNI Purn Prabowo Soebijanto, Hashim Djojohadikusumo menyatakan siap dipanggil untuk bersaksi dalam kasus dugaan pencurian arca dari Museum Radya Pustaka, Solo, Jawa Tengah.

Seharusnya dia memenuhi panggilan polisi, Jumat (23/11), namun tidak datang karena masih di luar negeri. "Kalau memang diminta untuk bersaksi, sebagai warga negara yang baik, itu pasti dipenuhi. Bahkan kuasa hukum juga sudah ditunjuk untuk mempersiapkannya," kata juru bicara Hashim, Fadli Zon, dalam jumpa pers di Menara Bidakara, Jl Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jumat (23/11).

Hashim, kata Fadli, mengaku tidak pernah terlibat jual beli arca dengan pihak museum. "Arca-arca yang ditemukan di rumahnya di Kemang dibeli secara legal dari Dr Hugo Kreijger, warga negara Belanda yang menjadi dealer dan konsultan benda-benda seni yang pernah bekerja lama di Christie's Amsterdam," jelas Fadli.

Menurut Fadli, Hugo menginformasikan ada arca milik Raja Keraton Surakarta Sri Susuhunan Pakubuwono XIII yang akan dijual ke luar negeri. Merasa terpanggil, Hashim membeli benda-benda itu lengkap dengan sertifikat yang ditandatangani Hugo Kreijger dan Pakubuwono XIII.

"Adanya sertifikat dan surat-surat itu yang membuat Hashim yakin arca-arca itu adalah milik pribadi atau keluarga dari Pakubuwono XIII," tandasnya.

Merasa Sah

Transaksi pembelian dilakukan di Inggris, negara tempat Hashim tinggal selama 10 tahun terakhir. Selama ini arca-arca itu ditempatkan di kantor Hashim di Jakarta dan baru dipindahkan ke rumahnya di Kemang untuk dibersihkan oleh konsultan ahli Collin Bowles. "Tidak ada sedikit pun rahasia atau pun usaha menyembunyikan, karena Hashim merasa mendapatkan secara sah," katanya.

Untuk itu, dalam waktu dekat Hashim akan segera menjelaskan kepada masyarakat, begitu tiba di Indonesia. Dia akan membawa sejumlah dokumen kepemilikan arca itu dan tidak keberatan bila arca itu dikembalikan ke museum. "Justru selama ini Pak Hashim membeli benda seni di luar negeri untuk dikembalikan ke Indonesia, termasuk mengembalikan arca ke museum. Benda-benda sejarah itu rencananya akan disimpan di Museum Perpustakaan Soemitro Djojohadikusumo di UI," ujarnya.(G11,dtc-77)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA