logo SUARA MERDEKA
Line
Jumat, 23 Nopember 2007 NASIONAL
Line

Rekor, Melon Honey Globe 4,26 Kg


TIMBANG MELON: Ir Budi Darmawan menimbang melon Honey Globe berukuran lebih kecil dari melon seberat 4,26 kg di sebelah kiri yang meraih rekor Muri, disaksikan Ismangoen Notosapoetro, semalam. (57)

SEMARANG- Petani desa yang sebagian besar kader-kader muda di Desa Wonokerto, Kecamatan Bancak, Kabupaten Semarang berhasil membudidayakan melon dari varietas Honey Globe hingga mencapai berat 4,26 kilogram per buahnya. Tidak hanya ratusan bahkan ribuan buah melon yang beratnya rata-rata di atas 3 kg ini, menjadi melon paling berat dan besar yang pernah ditanam dan tumbuh di tanah Indonesia.

Berat buah melon di Indonesia atau yang biasa ditemui dari varietas Sky Rocket misalnya, rata-rata berbobot 1-2 kg dan maksimal 3 kg. Satu hal yang patut dicatat, para petani ini menggunakan teknik pertanian modern dan bukan rekayasa genetika seperti yang sudah dikembangkan di negara-negara maju.

Daging melon Honey Globe memiliki kadar kemanisan hingga 17 persen dengan daging tebal namun lembut. Sementara melon Sky Rocket yang biasa dilempar ke pasaran berkulit tebal, daging lebih keras, dengan kadar kemanisan di bawah Honey Globe yakni berkisar 15 persen.

Atas prestasi tersebut, Museum Rekor Dunia-Indonesia (Muri) mencatat rekor melon terbesar yang telah dibudidayakan anak-anak muda gemblengan Yayasan Obor Tani (Yabortan) dan Kaum Muda Nahdlatul Ulama (KMNU).

Penganugerahan keberhasilan ini sedianya dilakukan secara mandiri oleh petani tergabung dalam Kaum Muda ''BARU'' Petani Indonesia. Namun akhirnya melon terbesar ini berhasil dicatatkan dalam Rekor Muri dengan pemberian piagam yang diserahkan langsung oleh Manajer Muri Paulus Pangka.

Hadir dalam acara tersebut Gubernur Jateng Ali Mufiz, wali kota Sukawi Sutarip, Ketua Pengurus Yabortan Ir Budi Darmawan beserta pengurus, Ketua Kadin Jateng Solichedi, serta sejumlah pengusaha yang di akhir acara melakukan lelang melon dengan berat di atas 3 kg. Lelang melon akhirnya berhasil dimenangkan oleh salah satu pengunjung Ny Tejo dan pengusaha Harjanto Halim dengan nilai sebesar Rp 8 juta untuk melon terbesar dan Rp 6 juta untuk dua buah melon berukuran di bawahnya.

''Ini melalui proses panjang dan kami butuh waktu sampai 7 kali pelatihan sampai mendapatkan melon sebesar ini,'' kata Ketua KMNU Muh Arif Ruba'i. (J14-46)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA