logo SUARA MERDEKA
Line
Jumat, 23 Nopember 2007 NASIONAL
Line

Muklas Bacakan Wasiat

CILACAP- Terpidana mati bom Bali Ali Gufron alias Muklas menyampaikan 13 wasiat, kemarin. Surat wasiat dibacakan di depan wartawan yang mengikuti rombongan keluarga dan Tim Pembela Muslim menjenguk Muklas di LP Batu, Nusakambangan, Cilacap kemarin.

Sebelum diperbolehkan masuk, rombongan wartawan harus menunggu berjam-jam di luar ruang besuk Gufron, karena dilarang masuk petugas ke ruang besukan, agar tidak mengganggu kunjungan keluarga Gufron.

Keluarga Gufron yang datang dari Malaysia adalah istrinya, Paridah binti Abbas, yang saat itu mengenakan cadar hitam dan kacamata, beserta enam anaknya. Seisi ruangan terdiam ketika Gufron menyampaikan wasiat yang ditujukan untuk anak istri dan dua paman anak-anaknya, Natsir dan Ali Imron.

Paridah beserta enam anaknya duduk di bawah bersama anggota TPM, Amrozi, dan Imam Samudra. Di antara isi wasiat, ia mengecam Natsir dan Ali Imron sebagai orang yang saat ini diuji dan tertimpa musibah dalam agamanya.

"Kepada dua paman kalian itu, mari kita doakan agar Allah segera menyelamatkan mereka dan kembali pada jalan yang benar," ujarnya.

Ia juga menyinggung nama Presiden Susilo Bambang Yudhoyono termasuk nekad bila berani mengeksekusi dirinya bersama Amrozi dan Imam Samudra. "Saya katakan nekad karena hukum SBY itu bertentangan dengan semua hukum, apalagi hukum Islam."

Selanjutnya ia berpesan, bila dia mati, entah mati dieksekusi atau mati biasa, agar keluarga mengurus jenazah sesuai sunah, dan berikan kesempatan muslimin untuk menshalatkan jenazahnya.

Dalam pandangannya, pemerintahan Indonesia sekarang ini adalah penganut ideologi sekuler Amerika Serikat. Ia pun berwasiat agar anak-cicitnya tidak ada yang mengikuti badan-badan eksekutif, legislatif, dan yudikatif yang tak lain isinya adalah antek-antek Amerika. (H30-60)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA