| Jumat, 23 Nopember 2007 | NASIONAL |
270 Hektare Persawahan Terendam BanjirSEMARANG- Sedikitnya 270 hektare areal persawahan di wilayah Jateng bagian selatan terendam banjir akibat guyuran hujan selama sepekan ini. Areal itu berada di kabupaten Banjarnegara, Purbalingga, Banyumas, dan Cilacap. Kepala Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Jateng Aris Budiono menyebutkan, persawahan yang terendam banjir itu kebanyakan lahan penyemaian bibit padi yang baru berumur sebulan. "Tidak ada yang gagal panen. Seperti biasanya menghadapi masa tanam, petani mulai menyemai padi. Areal itu saat hujan terendam banjir," kata dia, kemarin. Terendamnya lahan pertanian itu dipastikan tidak akan mengancam produksi beras mendatang. Persediaan bibit padi secara keseluruhan di Jateng, lanjut Aris, sudah sangat mencukupi untuk kebutuhan masa tanam sekarang ini. "Termasuk di empat daerah itu, meski ada yang terendam banjir tapi tidak akan mengganggu ketersediaan benih," katanya. Disebutkan, stok benih padi dari Agustus sampai Desember masih 20.658 ton. Secara keseluruhan jumlah kebutuhan benih di Jateng mencapai 42.017 ton. Jumlah itu dipastikan mampu sampai awal tahun 2008. "Saya yakin, petani masih bisa menyemai lagi. Dilihat stok benih masih sangat cukup," kata Aris. Kepala Laboratorium Penyakit dan Hama pada Tanaman Kabupaten Cilacap Suryo Banindro menjelaskan, untuk mengatasi banjir Dinas Pertanian telah menyiapkan perbaikan irigasi serta menyiapkan benih. Karena itu, petani tidak perlu khawatir. Yang jelas, selain banjir, di musim penghujan petani harus mewaspadai datangnya hama penggerek tanaman dan hama tikus. (H37,H7-46) |