logo SUARA MERDEKA
Line
Jumat, 23 Nopember 2007 NASIONAL
Line

Lopez Bawa PSIS Raih Tiga Poin


HINDARI GANJALAN: Pemain PSIS Joao Carlos menghindar dari ganjalan pemain Persita Kery Yudiono. Karena mengganjal, Kery menerima kartu kuning kedua hingga dia dikeluarkan. PSIS unggul 2-0. (57)

SEMARANG- Kerja keras anak-anak asuhan Sartono Anwar membuahkan hasil. Mereka menundukkan Persita 2-0 dalam lanjutan kompetisi Liga Djarum Indonesia di Stadion Jatidiri, kemarin.

Kapten Julio Lopez menjadi pahlawan kemenangan. Pemain asal Cile itu memborong dua gol tersebut, yang masing-masing tercipta pada menit 8 dan 58. Tambahan tiga poin itu menambah nilai pasukan Mahesa Jenar menjadi 41, sehingga naik dari peringkat 12 ke 9.

Pada laga yang disaksikan sekitar 10 ribu penonton itu, Sartono benar-benar melakukan perubahan formasi. Dia tidak memakai 4-4-2 atau 3-4-3, tapi 3-5-2.

Perubahan tersebut otomatis mengubah komposisi pemain. M Ridwan dan Khusnul Yaqien yang biasanya dipasang sebagai sayap, digeser menjadi gelandang serang. Mereka didampingi Bangun Permana yang dipercaya Sartono sebagai gelandang bertahan menggantikan Kahudi Wahyu.

Sisi sayap tetap dihuni Denny Rumba dan Harri Salisburi. Di lini belakang Maman diplot sebagai libero, sedangkan Didier Koutouzi dan Zoubairou menjadi stoper.

Duet Lopez dan Igor Joksimovic jadi andalan di lini depan.

Dengan susunan demikian, serangan pasukan Mahesa Jenar lebih menggigit. Pertahanan tim tamu yang diisi Leo Soputan, Andela Atangana, dan Basry BS pun kewalahan mengadang aksi-aksi Lopez, Igor, Khusnul, dan Ridwan.

Gol Cerdik

Pada menit kedelapan, Maman Abdurahman yang menyerbu dari sektor kanan pertahanan lawan, memberikan umpan daerah kepada Julio Lopez. Dengan kecepatannya, dia berhasil mendahului Andela Atangana yang terus mengawalnya.

Leo yang ada di depannya pun dikecoh. Melihat kiper Mukti Ali Raja sudah keluar dari sarangnya, dengan cerdik Lopez mengarahkan bola ke gawang.

Tendangannya tidak keras, tapi bola melambung melewati Mukti Ali Raja dan bersarang ke gawang.

Sontak penonton pun bersorak-sorai kegirangan. Mereka bernyanyi, meneriakkan yel-yel, dan menyalakan kembang api. Di tribun barat pintu C, para pemenang undian tahap pertama "Dukung PSIS" hasil kerja sama Suara Merdeka dan Kopi Luwak juga bersemangat merayakan gol tersebut.

Setelah gol itu justru permainan tuan rumah sedikit kendor. Serangan-serangannya tidak setajam awal babak pertama. Bahkan, Juli Lopez cs sering melakukan kesalahan.

Tentu saja, kondisi itu menguntungkan anak-anak asuhan Benny Dollo. Pasukan "Pendekar Cisadane" mampu keluar dari tekanan. Bahkan berbalik menekan pertahanan anak-anak Semarang.

Namun, absennya Firman Utina, I Putu Gede, dan Bobby Satria memang sedikit mengurangi kekuatan Persita. Tanpa mereka, lini tengah kurang lancar memasok bola.

Pergantian

Pada babak kedua, Sartono melakukan pergantian pemain untuk menambah daya gedor. Denny Rumba dan Harri Salisburi yang kurang fit diganti Idrus Gunawan dan Indriyanto Nugroho. Sedangkan Khusnul Yaqien diganti Joao Carlos.

Pergantian itu membuat posisi M Ridwan dikembalikan dari gelandang ke sayap kiri.

Mereka pun tampil lebih tenang sehingga mampu mengembangkan permainan. Sebaliknya, lawan sedikit mengendur. Beberapa pemain pilar seperti Stephen Mennoch dan Siankam Ernest ditarik keluar lantaran kurang maksimal.

Serangan bergelombang akhirnya membuahkan hasil pada menit 58. Leo Soputan hands ball di kotak penalti. Wasit Jumadi Abdi asal Malang langsung menunjuk titik putih. Keputusan itu menuai protes dari para pemain Persita. Bahkan, salah satu pemainnya, Kery Yudiono, diganjar kartu kuning lantaran terlalu keras memprotes asisten wasit.

Lopez yang menjadi eksekutor tidak menyia-siakan peluang untuk memperbesar keunggulan PSIS. Tendangan kerasnya gagal diantisipasi Mukti Ali Raja.

Tiga menit kemudian, Persita harus bermain dengan 10 pemain. Kery yang sebelumnya diberi kartu kuning, kembali melakukan pelanggaran keras terhadap Joao Carlos. Wasit pun mengeluarkan kartu kuning kedua dan disusul kartu merah.

Kondisi tim tamu yang pincang itu menjadikan PSIS semakin mendominasi permainan.

Beberapa peluang emas tercipta melalui Lopez, Igor, Ridwan, dan Idrus Gunawan. Namun, peluang-peluang itu gagal dijadikan gol lagi. Sampai wasit meniup peluit panjang, kedudukan tetap 2-0. (H13-22)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA