logo SUARA MERDEKA
Line
Jumat, 23 Nopember 2007 MURIA
Line

Sente Dipercaya Ampuh Usir Makhluk Halus

UDARA di pinggiran hutan Desa Tanjung, Kecamatan Sulang, Kabupaten Rembang kemarin mencapai 31 derajat Celcius. Banyaknya lahan kosong akibat penjarahan kayu hutan menambah panasnya udara di daerah itu. Dan, peluh keringat terus mengucur walau hanya beberapa saat terkena sengatan sinar matahari.

Di bawah pohon dadap, tiga lelaki duduk bersebelahan. Pohon yang daunnya rimbun itu mereka manfaatkan sebagai peneduh sembari mengipas-ngipaskan topi untuk mengusir gerah.

Di depan mereka terdapat cangkul kecil, bendo, dan gunting ranting. Peralatan itu habis mereka manfaatkan untuk mengambil tanaman sente yang biasa tumbuh di rawa-rawa atau alur sungai. "Cari tanaman sente tetapi belum dapat," ujar Sujiharto.

Lelaki pensiunan pegawai Pemkab Rembang itu nekat keluar masuk hutan bersama dua temannya, hanya untuk mencari tanaman sente. Hutan di Desa Tanjung merupakan tempat terakhir yang dijadikan sasaran pencarian tanaman jenis talas tersebut.

"Sebelumnya kami mencari sente di alur sungai Desa Kaliombo, juga belum dapat apa-apa. Mungkin nasib baru sial," ucapnya.

Laku Dijual

Di Rembang, sejak dua bulan lalu hingga kini banyak orang yang mencari sente setelah tanaman itu laku dijual dengan harga relatif mahal.

Menurut keterangan, ada banyak jenis tanaman sente. Namun, yang laku dijual hanyalah yang memiliki daun lebar dan bergelombang serta berwarna ungu.

Selain itu, pada bagian tepi daunnya memiliki ketebalan dan berwarna kehitam-hitaman.

Jenis sente yang memiliki ciri-ciri seperti itu paling banyak diburu orang karena laku dijual Rp 100.000 - Rp 1 juta tergantung pada besar dan kecilnya tanaman.

Kabarnya tanaman itu bisa dijadikan sebagai senjata ampuh untuk mengusir makhluk halus. Karena itu tanaman tersebut banyak dicari orang.

Namun, ada keterangan lain yang menyebutkan bahwa kenaikan harga tanaman sente setelah ada pesanan dari luar daerah.

"Saya dengar tanaman sente asal Rembang banyak yang dibawa ke Solo, Klaten, Karanganyar, dan Yogyakarta," ucap Hartadi, pedagang tanaman hias asal Desa Magersari.

Alasan senada diungkapkan Bony Kristiawan. Dia yang sehari-hari bekerja di Radio CB FM itu setiap berkesempatan rela berpanas-panas mencari sente karena tanaman itu baru ngetren.

Lelaki asal Desa Kabongan Lor, Kecamatan Rembang itu menuturkan, dahulu tak banyak orang yang memperhatikan tanaman sente. Namun sekarang, tanaman yang hidup di rawa-rawa itu laku dijual. "Itulah dunia." (Djamal A Garhan-69)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA