logo SUARA MERDEKA
Line
Jumat, 23 Nopember 2007 MURIA
Line

Ditemukan Kapak Batu Purba di Patiayam

KUDUS - Koleksi fosil yang ditemukan di situs Patiayam kini bisa dibilang lengkap. Rabu (21/11) sore lalu, tim peneliti dari Balai Arkeologi Yogyakarta (BAY) berhasil menemukan fosil alat kebudayaan manusia purba. Fosil tersebut diyakini sebagai kapak batu.

Bentuknya seperti segitiga sama kaki dengan panjang 20 cm. Ada tiga buah fosil kapak batu yang berhasil ditemukan. Tim menemukannya di sekitar sungai yang melintasi Gunung Nangka.

Kapak batu itu, menurut salah satu arkeolog Harry Widiatmoko, digunakan dalam kehidupan sehari-hari manusia purba.

"Alat itu dipakai untuk menguliti binatang buruan mereka. Penggunaannya dengan dipegang langsung tanpa batang dari kayu," jelasnya, saat ditemui di lokasi penelitian di situs Patiayam, Kamis (22/11).

Dia menambahkan, temuan itu melengkapi temuan-temuan yang sudah ada. Sebelumnya, di situs yang terdapat di Desa Terban, Kecamatan Jekulo itu, ditemukan fosil manusia dan hewan. Fosil itu diperkiraka berusia 700 ribu hingga 1 juta tahun lalu.

Sementara, tim BAY kemarin mengubur kembali lokasi ekskavasi. Fosil gajah purba yang ditemukan di lokasi tersebut tidak jadi diangkat.

Kepala BAY Siswanto menjelaskan, hal itu dilakukan demi keamanan. "Mengingat faktor itu memang ada dua kegiatan yang bisa dillakukan. Pengangkatan dan penguburan," ujarnya.

Di situs Patiayam, pihaknya memilih untuk mengubur kembali. Alasannya, menurut Siswanto, fosil gajah purba yang ditemukan belum membatu dengan sempurna sehingga rawan patah.

Selain itu, timnya tidak mempunyai waktu yang cukup luang untuk melakukannya.

Sebelum dikubur kembali, permukaan fosil tersebut diselimuti plastik. Plastik diharap bisa melindungi dari kerusakan akibat gerusan tanah atau air. Meski demikian, dia berharap dalam waktu dekat mendatang pihaknya bisa melakukan proses pengangkatan.

"Kalau memang tidak bisa diangkat, biasanya pilihan jatuh untuk membuat duplikasinya dengan cara dicetak sesuai yang asli," tandas Siswanto. Tim peneliti BAY akan pulang ke Yogyakarta Jumat (23/11) ini. (H35-76)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA