logo SUARA MERDEKA
Line
Jumat, 23 Nopember 2007 SEMARANG
Line

Bangunan Bocor, Pedagang Karangjati Mengeluh

  • Wabup : Rekanan Harus Bertanggung Jawab

UNGARAN - Para pedagang Pasar Karangjati mengeluhkan banyaknya kios/ toko dan lapak yang bocor pada musim penghujan ini. Padahal, kios-kios baru di pasar yang pernah terbakar pada 9 Mei 2004 silam ini, baru ditempati sekitar dua bulan. Sebelumnya selama tiga tahun lebih, pedagang menempati pasar darurat. Ketua Persatuan Pedagang (Persada) H Manto mengatakan, sudah dua minggu lalu pihaknya melapor ke Lurah Pasar. Namun sampai sekarang belum ada tindakan nyata seperti perbaikan saluran talang air. ''Pasar ini mestinya belum layak ditempati. Teras depan dan samping bocor saat hujan. Kami terpaksa menempati karena sudah tiga tahun menderita di pasar darurat,'' kata dia, Kamis (22/ 11). Ada delapan toko di sisi depan pasar dan sepuluh toko di samping kanan pasar yang bocor.

Faisal, pemilik toko pakaian juga mengeluh, karena toko baru seminggu ditempati sudah bocor. Selain kios/ toko, bangunan los lapak juga mengalami hal yang sama saat hujan. ''As tengah bangunan bocor, sehingga sepanjang jalan tengahnya licin terkena air,'' terang Eni, pedagang kosmetik.

Lapor Kejari

''Kami ingin sisa los tersebut dijual. Hasilnya dibagi kepada pedagang lama yang dulu membayar biaya sekat los terlalu mahal yakni Rp 4,350 juta/ orang,'' ucap Sri Supanti, pedagang pakaian. Ia meminta Bawasda melanjutkan kinerjanya karena disinyalir banyak persoalan di pasar tersebut.

Bila Bawasda tidak bisa melanjutkan pengawasan, pihaknya siap melaporkan dugaan penyimpangan ke Kejaksaan Negeri Ambarawa. ''Oknum-oknum yang diduga bermain di pasar ini kami minta diusut,'' tandas Sri Supanti.

Wakil Bupati (Wabup) Semarang Hj Siti Ambar Fathonah menjelaskan, pihaknya telah memerintahkan petugas Dinas Pengelola Keuangan Daerah (DPKD) untuk mengecek lokasi. ''Saya minta dicek, kesalahannya terletak di mana. Ini 'kan masih dalam tahap pemeliharaan rekanan. Rekanan harus bertanggung jawab,'' tegas Ambar, kemarin. Wabup menerima laporan dari pedagang langsung yang datang ke rumahnya.

Terkait kinerja Bawasda, pihaknya tetap memerintahkan untuk turun dan mengecek permasalahan di pasar ini. Adapun soal sisa los dan kios, Ambar menyarankan agar diundi dan diumumkan secara transparan di pasar. ''Kami sempat bingung karena peminat los dan kios tersebut banyak. Biar adil, diundi saja di hadapan pedagang lama,'' terangnya. (H14-16)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA