| Jumat, 23 Nopember 2007 | SEMARANG |
Median Jalan Dr Cipto Dibongkar
SEMARANG- Median jalan yang berada di Jl Dr Cipto, tepatnya di depan Pasar Dargo, dibongkar. Pantauan Suara Merdeka, Rabu (21/11) siang, batu-batu median yang berada di tengah jalan itu seluruhnya sudah dibongkar. Kendati demikian, batu-batu tersebut belum diangkut atau masih dibiarkan berserakan di tempat semula. Namun, sekitar satu meter batu-batuan di pojok sebelah selatan sudah tidak ada. Di situ juga tidak terlihat satu pun pekerja yang membongkar median sepanjang lebih kurang 25 meter itu. Salah seorang tukang becak yang kerap mangkal di sekitar Pasar Dargo, Rahmat (45), mengaku tidak tahu menahu kapan pembongkaran itu dilakukan. ''Saya tidak tahu kapan para pekerja membongkar median. Akan tetapi, Rabu (21/11) pagi, batu-batu tersebut sudah dalam posisi dibongkar,'' kata Rahmat. Dia menambahkan, pascapembongkaran tidak terlihat satu pun pekerja di tempat itu. Kasi Pemeliharaan Jalan dan Jembatan DPU Kota, Ir Rosid Hudoyo mengatakan, pihaknya tidak tahu siapa yang melakukan pembongkaran median tersebut. ''Wacana pembongkaran itu memang sudah ada. Akan tetapi, kami belum melakukan pembongkaran. Sebab, sebelum dibongkar harus dikaji terlebih dahulu dan dikoordinasikan dengan pihak-pihak terkait,'' kata dia. Rosid menambahkan, kendati Jl Dr Cipto adalah jalan provinsi namun pembongkaran median merupakan wewenang Pemkot. Mengenai wacana pembongkaran itu sendiri muncul atas surat yang dilayangkan oleh Kapolsek Sidodadi, AKP Kurnia Hadi SH SIK. Dalam surat tersebut disebutkan bahwa Polsek setempat meminta median tersebut dibongkar lantaran membahayakan pengendara mobil atau motor. Sementara itu, AKP Kurnia Hadi, membenarkan kalau ada permintaan pembongkaran median tersebut. ''Letak median yang berada di tengah jalan itu sangat membahayakan pengguna jalan. Apalagi, kalau malam hari di depan Pasar Dargo kondisinya gelap, tanpa lampu penerangan jalan,'' kata Kapolsek. Dia menambahkan, kali terakhir kecelakaan yang diakibatkan median tersebut terjadi pada 10 Oktober 2007. Peristiwa kecelakaan itu bermula ketika sebuah bus menabrak median kemudian dihantam Toyota Avanza dari belakang. Akibatnya, tujuh penumpang bus dan Toyota Avanza mengalami luka cukup serius. (H40-41) |