logo SUARA MERDEKA
Line
Jumat, 23 Nopember 2007 SEMARANG
Line

Ratusan Taksi Blokir Jl Pemuda

  • Tolak Masuknya Blue Bird

BALAI KOTA-Ruas Jl Pemuda, Kamis (22/11), benar-benar macet total. Itu terjadi, karena 800-an taksi dari tujuh perusahaan yang ada di Semarang menggelar unjuk rasa besar-besaran. Mereka mengajukan tuntutan tunggal, menolak masuknya Blue Bird ke Semarang.

Sejak sekitar pukul 8:00, para pengunjuk rasa mulai memasuki kawasan Jalan Pemuda. Mula-mula, mereka hanya parkir di tepi jalan. Tapi, setelah seluruh taksi tiba, ruas jalan di depan Balai Kota itu penuh sesak. Taksi-taksi beraneka warna itu, parkir dari depan Gedung Juang hingga depan eks GRIS.

Maka, Jalan Pemuda pun menjelma menjadi pangkalan taksi terbesar di Semarang.

Berkait dengan unjuk rasa itu, pihak kepolisian dan Dinas Perhubungan menutup ruas Jl Pemuda, antara Tugu Muda hingga persimpangan PLN. Di kedua ujung jalan itu, dipasang barikade dan penunjuk, agar pengendara melewati jalan lainnya.

''Hasil penelitian independen menunjukkan, jumlah taksi di Semarang sudah overload. Apa jadinya, kalau Blue Bird masuk, dengan 300-an armada,'' kata Susilo Wibowo dari Semarang Taksi.

Menurut dia, rencana Pemkot memberikan izin masuk bagi 300 taksi Blue Bird, dikhawatirkan akan mematikan usaha taksi yang sudah ada di Semarang. Tanpa penambahan taksi saja, para pengemudi sudah kesulitan untuk memenuhi setoran yang ditentukan.

Kalau mau menambah taksi baru, kata dia, mestinya Pemkot melakukan survei terlebih dahulu. Sesudah itu, hasil survei diumumkan secara terbuka sehingga publik mengetahuinya. ''Apakah survei sudah dilakukan? Kapan dan di mana? Apakah juga sudah diumumkan secara terbuka?''

Penambahan Dimungkinkan

Selanjutnya, perwakilan para sopir dan pengusaha diterima Kepala Dinas Perhubungan Andi Agus Wandono di Ruang Data. Semula, para sopir ngotot meminta ketemu Wali Kota Sukawi Sutarip. Namun, hal itu tidak terpenuhi karena agenda kegiatan Wali Kota pada hari itu cukup padat.

Pertemuan itu berlangsung cukup panas. Para pengemudi menginginkan agar Dishub memberikan keputusan, berupa pembatalan terhadap masuknya Blue Bird. Tapi, Andi Agus Wandono malah menyatakan, proses perizinan bagi perusahaan taksi asal Jakarta itu akan dilakukan secara bertahap.

''Secara teknis, penambahan taksi di Kota Semarang masih dimungkinkan. Yang jelas, tahun 2007 ini akan ada penerbitan izin bagi 100 unit taksi Blue Bird. Proses perizinan sedang berjalan, dan berada pada tahap penomoran,'' kata Andi.

Sekitar pukul 14:00, perwakilan pengusaha taksi diterima Sekda Soemarmo HS di ruang kerjanya. Turut mendampingi Sekda, Plh Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal, Pemberdayaan BUMD, dan Aset Daerah (BKPM-PB) Harini Krisniati, Kepala Dinas Perhubungan Andi Agus Wandono, Kepala Satpol PP Ednawan Haryono, Kabag Pemerintahan Umum Arief Moelia Edie, serta Kepala Kantor Infokom Bambang Kono.

Kepada Suara Merdeka, Soemarmo mengatakan, pihaknya akan mengevaluasi kembali rencana penerbitan izin bagi taksi Blue Bird, setelah mendengar kondisi para sopir dan pengusaha taksi. ''Untuk sementara, proses perizinan ditunda dan kami akan mengevaluasi lebih lanjut,'' katanya.

Pada kesempatan itu, sempat terjadi keributan antara para pendemo dan petugas Satpol PP. Pasalnya, salah seorang anggota Satpol PP meludahi pengunjuk rasa.

Di tengah-tengah aksi unjuk rasa itu, mantan Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Semarang Rahmulyo Adiwibowo, ditangkap petugas Polresta Semarang Timur. Rahmulyo, yang datang atas nama Aliansi Masyarakat Penegak Hukum (Ampuh) itu, dianggap sebagai provokator oleh pihak kepolisian.

Dikonfirmasi soal penangkapan itu, Kapolresta Semarang Timur AKBP Agustin Hardiyanto SH mengatakan, Rahmulyo dimintai keterangan karena yang bersangkutan bukan termasuk sopir atau perwakilan perusahaan taksi. Selain itu, dia juga tidak mengantongi surat kuasa bahwa dia dimintai bantuan pendampingan dalam kegiatan unjuk rasa taksi.'' Oleh karena itu, kami sedang menyelidiki apa motivasi dia dalam mengikuti aksi tersebut,'' terang Agustin.

Ditambahkan, aksi demo yang dilakukan para sopir taksi itu sudah sesuai dengan prosedur. Untuk pengamanan demo itu, Polresta Semarang Timur menurunkan pasukan 12 peleton, Polwiltabes 2 peleton, dan satwa sebanyak 10 ekor.

Terpisah, ketika dihubungi melalui ponselnya, Rahmulyo mengatakan, dia diperiksa lantaran dituduh mengganggu ketertiban umum dan melakukan penghasutan. ''Saya tidak merasa mengganggu ketertiban umum dan menghasut. Akan tetapi, adanya penangkapan itu kan wewenang sepenuhnya kepolisian,'' kata Bowo.

Soal kehadirannya pada aksi demo itu, dia mengatakan, pihaknya diminta hadir oleh para pengusaha taksi. ''Saya ditelepon para pengusaha taksi untuk memberi dukungan moral dalam aksi demo itu. Ya jelas tidak ada suratnya, wong minta dukungan moral kok pakai surat,'' kata dia.(H9,H6,H40-41)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA