| Jumat, 23 Nopember 2007 | INTERNASIONAL |
Bush dan Blair Bujuk Raja AbdullahWASHINGTON - Presiden Amerika Serikat George W Bush berbicara langsung dengan para pemimpin Israel, Palestina dan Mesir Kamis kemarin membahas kerangka kerja konferensi perdamaian Timur Tengah. Konferensi di Annapolis pekan depan itu bertujuan membahas agenda pembentukan negara Palestina. Amerika Serikat telah mengundang sekitar 40 negara, termasuk Arab Saudi dan Suriah yang tidak punya hubungan diplomatik dengan negara Yahudi itu. Pertemuan Annapolis diharapkan mampu mengakhiri konflik Israel-Palestina yang sudah berlangsung 60 tahun. Belum ada satupun negara yang diundang menyatakan akan badir. Utusan khusus Timur Tengah Tony Blair kemarin bertemu Raja Saudi Abdullah untuk membujuk negara-negara Arab hadir pada pertemuan itu. Partisipasi Arab Saudi dapat mendorong Presiden Palestina Mahmud Abbas untuk berkompromi, serta membantu Perdana Menteri Israel Ehud Olmert meyakinkan warganya mengenai prospek damai dengan dunia Arab. Meski demikian, belum ada kepastian mengenai pembahasan isu-isu utama, yakni perbatasan, keamanan, permukiman, status Jerusalem, dan nasib pengungsi Palestina. Bush berbicara dengan Olmert, Abbas, dan Presiden Mesir Hosni Mubarak. Menteri Luar Negeri Condoleezza Rice menambahkan, pertemuan itu akan sukses apabila mampu mengawali negosiasi perdamaian. Amerika Serikat berharap bakal tercapai kesepakatan mengenai negara Palestina sebelum Bush menyelesaikan masa jabatannya pada Januari 2009.(rtr-gn-25) |