| Jumat, 23 Nopember 2007 | INTERNASIONAL |
China Larang USS Kitty Hawk Kunjungi Hong Kong
HONG KONG - China tidak mengizinkan kapal induk Amerika Serikat dan kapal-kapal yang menyertainya mengunjungi Hong Kong untuk liburan Thanksgiving. Namun, China kemudian berubah pikiran dan memberikan izin. Sayangnya, hal itu terlambat karena kapal induk sudah dalam perjalanan pulang kembali ke pangkalannya di Yokosuka Jepang. Insiden itu dikhawatirkan bakal memicu sengketa diplomatik antara kedua negara. Kelompok USS Kitty Hawk dan awaknya yang berjumlah sekitar 8.000 pilot dan kelasi AS dijadwalkan tiba di Hong Kong, Rabu lalu, namun kini akan melewatkan liburan hari bersyukur itu di Laut China Selatan. Ratusan sanak keluarga awak USS Kitty Hawk telah terbang ke Hong Kong untuk merayakan Thanksgiving bersama orang-orang tercinta. Hong Kong merupakan persinggahan tetap para pelaut AS untuk ''R & R ''(istirahat dan penyembuhan kembali) sejak Perang Vietnam. Langkah mengejutkan China itu dilakukan beberapa pekan setelah kunjungan Menhan AS Robert Gates ke Beijing. Gates menyatakan dia berharap kunjungannya itu akan mengarah ke dialog jangka panjang. ''Saat ini, kelompok tempur USS Kitty Hawk tampaknya tidak akan singgah di Hong Kong seperti direncanakan karena penolakan Menlu China pada saat-saat terakhir,'' jelas juru bicara Deplu Nicole Thompson. Amerika Serikat mendesak China memberi penjelasan dan mempertimbangkan kembali putusannya itu, tambahnya. Ada beberapa sumber ketidaksenangan yang mungkin mendorong diambilnya keputusan itu - antara lain rencana AS menjual sistem rudal senilai 940 juta dolar kepada Taiwan dan pertemuan bulan lalu antara Presiden George W Bush dan Dalai Lama, pemimpin Bhudda Tibet yang dianggap penghianat oleh Beijing. Kementerian Luar Negeri Beijing tidak bersedia memberi komentar. Tahun lalu, kapal selam China muncul di dekat Kitty Hawk di Pulau Okinawa, Jepang, insiden yang meningkatkan potensi perselisihan antara kedua negara kuat tersebut. ''Konjen Amerika Serikat di Hong Kong tengah menghubungi keluarga Kitty Hawk,'' kata Anthony Hutchinson, kepala urusan publik Konsulat AS di Hong Kong. Langkah Beijing itu bersamaan dengan ''kontrol wilayah udara'' Rabu lalu. Menurut kantor berita Xinhua, kontrol itu memengaruhi rencana perjalanan udara sekitar 7.000 orang di China selatan dan timur. Kontrol itu dilakukan untuk ''alasan yang tidak spesifik''. ''Kami akhirnya mengizinkan Kitty Hawk singgah di Hong Kong selama liburan itu,'' kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Liu Jianchao. ''Keputusan itu atas dasar pertimbangan kemanusiaan semata.'' Namun, juru bicara Armada Pasifik Amerika Serikat di Hawaii mengatakan, kapal itu tidak lagi balik ke Hong Kong dan tetap melanjutkan perjalanan ke pangkalan. ''Kitty Hawk sedang kembali ke Yokosuka,'' kata Mayor John Filostrat. Dia tidak bersedia menjelaskan alasan kapal itu tidak kembali ke Hong Kong setelah mendapat izin. (rtr-niek-26) |