logo SUARA MERDEKA
Line
Jumat, 23 Nopember 2007 EKONOMI
Line

Kenaikan Subsidi BBM Ditanggung Pemerintah

JAKARTA- Naiknya harga minyak mentah di dunia menimbulkan konsekuensi naiknya anggaran subsidi dalam APBN. Beban subsidi yang semakin besar itu akan ditanggung seluruhnya oleh pemerintah dan bukan diserahkan pada PT Pertamina.

Hal itu diungkapkan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati usai mengisi acara Politik dan Ekonomi Indonesia 2008 di Hotel Dharmawangsa, Jakarta Selatan Kamis (22/11).

''Kita rasa lebih baik begitu (pembayaran subsidi oleh pemerintah). Karena kalau kita tidak bayar atau dalam arti Pertamina nalangin sebenarnya Pertamina tidak menyerahkan penerimaan negara. Jadi sebetulnya sama saja,'' jelasnya. Hanya saja hal itu akan membuat pembukuan jadi lebih tertib. Karena tagihan pemerintah sudah bersih dan pembayaran dividen Pertamina pun jelas.

Ia mengatakan, alternatif menaikkan jumlah subsidi sangat besar hingga di atas jumlah Rp 55 triliun seperti tercantum dalam APBN akan dilaporkan pada Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Mengingat pengeluaran yang lebih besar dari perencanaan tidak dapat dilakukan semerta-merta. Pemerintah akan memberikan alasan kepada BPK terkait pengeluaran yang melebihi anggaran tersebut.

Sementara, menanggapi kenaikan harga minyak dunia hingga 99 dolar AS per barel kemarin, Menkeu melihat inflasi akan tetap dipatok pada kisaran 6 plus minus satu. ''Kalau inflasi berasal dari tekanan harga, pengaruhnya tak otomatis karena disubsidi. Sebetulnya selama ini masih diserap oleh APBN dengan anggaran subsidi yang naik itu,'' ujarnya. (J10-59)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA