| Jumat, 23 Nopember 2007 | EKONOMI |
BI Siap Ganti Dolar AS dengan Euro
JAKARTA-Bank Indonesia (BI) siap menghadapi perubahan penggunaan mata uang dolar Amerika Serikat ke euro atau mata uang lain untuk transaksi perdagangan minyak. Hal itu memungkinkan, karena sistem keuangan Indonesia semakin membaik. ''Kesiapan pasti ada untuk menghadapi itu, Namun, BI akan menunggu kepastian penggunaan mata uang selain dolar Amerika Serikat untuk transaksi minyak dari lembaga terkait seperti OPEC dan pemerintah. Kalau hanya wacana tidak perlu khawatir,'' ungkap Direktur Direktorat Perencanaan Strategis dan Hubungan Masyarakat BI Budi Mulya di Jakarta, kemarin. Wacana mengganti mata uang dolar Amerika dengan mata uang lain dalam transaksi migas muncul dalam pertemuan Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) di Riyadh beberapa waktu lalu. Dalam pertemuan itu, para menteri OPEC diminta untuk mengevaluasi pemakaian mata uang dolar Amerika dalam transaksinya. Usulan ini disampaikan di saat harga minyak dunia masih bergerak di atas 90 dolar AS per barel. Menekan Laju Inflasi Sementara, mata uang dolar Amerika terus melemah terhadap mata uang lain. Kondisi ini mengkhawatirkan bagi produsen minyak. Sebab, harga minyak melonjak tajam tapi nilai cadangan dolar Amerika jatuh. Direktur Riset Ekonomi dan Kebijakan Moneter Made Sukada menambahlan Bank Indonesia mengantisipasi kebijakan moneter ke depan dengan penuh kewaspadaan. Pasalnya, sikap hati-hati perlu terus dilakukan untuk meminimalkan tekanan inflasi sebagai dampak dari terus melambungnya harga minyak, yang kini mendekati 100 dolar AS per barel. Made mengatakan dampak lonjakan harga emas hitam adalah tingginya tekanan pada laju inflasi. Sebab, kenaikan itu mendorong kenaikan harga barang kebutuhan lainnya. ''Maka ini sangat perlu diwaspadai. Terlebih, volatilitas harga minyak dunia cukup tinggi. Minyak dunia secara bertahap bisa turun drastis, tapi kemudian bisa naik lagi. Situasinya penuh ketidakpastian,'' paparnya.(bn-59) |