| Jumat, 23 Nopember 2007 | BUDAYA |
Album Kasidah Akustik ApangKUDUS - Salah satu perusahaan rekaman di Kudus, PT Elang Mas Ananta Istamitra (IMAI), kembali memproduksi album kasidah. Namun berbeda dari lagu kasidah yang jamak didengar, kali ini album itu digarap dengan iringan instrumen akustik. Artis yang diusung adalah Apang. Bagi Apang, album bertajuk Mutiara 04.30 Jogja itu adalah album kedua di bawah naungan label IMAI. Komposisi musik kali ini digarap musikus jebolan ISI Yogya, Gatot Danar dan Bagus Mazasupa. General Manager PT IMAI, Maesah Anggni, menuturkan pilihan musik akustik itu semata-mata demi kenyamanan pendengar. "Meski pilihan akustik bukan sesuatu yang baru, saya jamin eksplorasi seni akustik yang mendalam pada album itu akan menghadirkan nuansa berbeda." Apang menambahkan, instrumen akustik yang digunakan antara lain gitar nilon, kontra bas, drum, dan piano. Semua alat itu dijelajahi sekelompok pengiring yang lazim digunakan sebagai pilihan standar sebuah band. "Kami juga menambahkan sentuhan musik dari zaman kuno untuk menguatkan suasana," ujar Apang. Mereka juga mengusung beberapa irama dari berbagai aliran musik. Irama bosanova, misalnya, kental terdengar pada lagu "Lailahaillallah" dan "Habibi". Untuk kaum muda tersaji gaya campuran dari slow fussion dan suffle yang terasa pada lagu "Alfasholla" dan "Al Mushtafa". Ada pula nuansa jazz waltz pada lagu "Anta". "Tetap kasidah, tetapi dengan beragam rasa," ujar Anggni. Setengah berpromosi dia mengatakan, album itu tepat sebagai koleksi pribadi. Untuk sementara, album itu cuma bisa diperoleh berupa kaset. Namun Anggni berjanji segera meluncurkan format audio CD. (H35-53) |