| Jumat, 23 Nopember 2007 | BANYUMAS |
JALUR SELATANBiaya untuk Ambil BenihMAJENANG-Pembagian bantuan benih padi dalam program peningkatan produksi beras nasional menghadapi beberapa kendala, terutama berhubungan dengan proses distribusi. Demikian yang terungkap dalam sosialisasi dan evaluasi pembagian bantuan benih oleh Dinas Pertanian dan Peternakan Cilacap di Kecamatan Majenang, kemarin. Salah satu kendalanya petani harus mengeluarkan biaya transportasi untuk mengambil bantuan. Nur Sholeh, petani asal Desa Mulyadadi mengungkapkan anggota kelompok taninya harus iuran Rp 2.000/kantong isi 5 kg. "Iuran tersebut untuk membiayai transportasi dan administrasi ke rumah petani," jelasnya. Diakui penarikan biaya tersebut berdasarkan inisiatif kelompok taninya. Iuran itu telah dimusyawarahkan bersama seluruh anggota kelompok. "Itu inisiatif kami. Tak ada anjuran dari petugas penyuluh lapangan," katanya. Jarak yang jauh dan kesulitan akses menuju ke tempat pengambilan bantuan benih, lanjut dia, membuat petani harus mengeluarkan biaya ekstra. (J11-27) Mendesak, Perbaikan Jalan Wisata BANJARNEGARA- Perbaikan jalan wisata di sejumlah objek wisata yang berada di Dataran Tinggi Dieng (DTD), mendesak untuk dilakukan. Beberapa jalur wisata, bahkan telah berbulan-bulan sepi pengunjung lantaran jalannya rusak. "Memang beberapa jalur wisata di Dieng kini kondisinya memerlukan perbaikan segera. Di antaranya adalah jalan rusak menuju Kawah Candradimuka dan Telaga Dlingo," kata Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Banjarnegara, Setiawan, kemarin. Menurutnya, jalan menuju Telaga Merdada juga perlu ditingkatkan agar pengunjung mudah menjangkau objek wisata tersebut. Demikian pula dengan jalan menuju objek wisata Sumur Jalatunda Kondisi memprihatinkan, kerap terjadi pada jalur wisata menuju Aswatama di kompleks Candi Arjuna. Kondisi jalan bagus, aspal tak rusak, tapi pada musim hujan kerap tertimbun lumpur akibat erosi dari ladang sayuran di kedua sisinya.(H25-74) Pajak PJU Rp 17 Miliar CILACAP- Pendapatan asli daerah (PAD) yang diperoleh Dinas Pendapatan Daerah (Dipenda) Kabupaten, telah mencapai Rp 63 miliar. Dengan pemasukan sebesar itu, target PAD tahun 2007 Rp 70 miliar optimis tercapai. "Dengan pemasukan Rp 63 miliar, berarti pendapatan kami sudah mencapai 92 persen dari jumlah yang ditargetkan. Meski waktu yang tersisa tinggal sekitar 40 hari lagi, tapi target tahun ini optimis tercapai," kata Kepala Dipenda Drs Fajar Subekti MM, kemarin. Menurut Fajar, sampai saat ini pendapatan terbesar masih diperoleh dari sektor pajak lampu penerangan jalan umum (PJU) sebesar Rp 17 miliar. Disusul dari pajak galian golongan C Rp 8,5 miliar. Pada 2008 mendatang, target perolehan PAD harus bisa lebih besar dari target 2007. Kalau target tahun ini sebesar Rp 70 miliar, berarti PAD 2008 harus bisa di atas Rp 70 miliar. Untuk meningkatkan PAD, pada 2008 nanti Dipenda akan menggarap pajak reklame secara intensif. Alasannya, potensi pajak reklame sebenarnya cukup besar. Tapi sampai sekarang belum tergarap secara optimal.(ag-74) UMK Banyumas Naik PURWOKERTO-Ketua Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Banyumas, Haris Subiyakto menilai upah minimum kabupaten (UMK) Banyumas yang baru sebesar Rp 550.000 belum mampu mengangkat pekerja dari jurang kemiskinan. Kenaikan Rp 30.000 dari UMK tahun 2007 yang hanya Rp 520.000, tak sebanding dengan kebutuhan hidup yang makin meningkat karena kenaikan harga, sehingga belum mencukupi kebutuhan hidup keluarga pekerja. Meski ada kenaikan, kata dia, kemiskinan akan tetap menjadi masalah. Sebab pendapatan pekerja tetap pas-pasan, tidak bisa melakukan investasi, menabung, membiayai pendidikan anak dan kesehatan. Apalagi untuk memenuhi kebutuhan sandang dan papan. Dia mengatakan, UMK sebesar Rp 550.000 itu ditetapkan berdasarkan rapat tripartit antara SPSI, Apindo, pengamat dari Unsoed dan difasilitasi Disnakertrans. Saat rapat beberapa bulan lalu, SPSI telah menyampaikan keberatan bila UMK ditetapkan Rp 550.000. (G23-55) |