| Jumat, 23 Nopember 2007 | BANYUMAS |
Penderita DBD 426 OrangCILACAP - Memasuki musim hujan, jumlah penderita demam berdarah dangue (DBD) di Cilacap mencapai 426 penderita. Jumlah tersebut tersebar rata hampir di seluruh wilayah Cilacap. "Sebagian besar berasal dari wilayah perkotaan," kata Kepala Dinkes Cilacap, dr Sugeng B Susanto, kepada Suara Merdeka, kemarin. Sugeng mengatakan, jumlah tersebut merupakan angka kumulatif dari awal Januari lalu. Meski merupakan angka kumulatif, namun kenaikan mencolok penderita di Cilacap datang seiring dengan tibanya musim hujan. "Banyaknya genangan maka pertumbuhan nyamuk Aides Aegepty semakin pesat. Akibatnya kenaikan penderita tampak drastis seiring datangnya hujan," katanya. Lebih lanjut dikatakan, angka penderita DBD di Cilacap tahun ini lebih banyak dari tahun lalu. Ini karena pada bulan yang sama, November, tahun lalu jumlah penderita DBD hanya 309 orang. Dari angka tersebut muncul keyakinan bahwa pertumbuhan dan penyebaran nyamuk Aides Aegepty tahun ini lebih kuat dibanding tahun lalu. "Kondisi ini juga membuat kami tambah waspada. Karena bukannya menurun, yang terjadi justru sebaliknya," katanya. Terkait dengan tingginya penderita saat ini Dinkes terus menggalakan gerakan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dan pengasapan. Jika sebuah daerah ditemukan penderita, maka wilayah sekitarnya akan mendapat pengasapan. Ini ditujukan untuk mematikan nyamuk vektor penyakit membahayakan tersebut.(G21-75) |