| Kamis, 22 Nopember 2007 | PANTURA |
KELILING pantura38 Titik Rawan BanjirTEGAL - Sebanyak 38 titik aliran sungai di wilayah Balai Pengelolaan Sumber Daya Air (BPSDA) Pemali-Comal masuk dalam kategori rawan banjir. Daerah tersebut tersebar di tujuh kabupaten/ kota mulai Kabupaten Brebes hingga Kabupaten Batang. Untuk mengantisipasinya, enam posko satuan kerja (satker) siaga banjir telah disiapkan. Kepala BPSDA wilayah Pemali Comal, Purwadi mengatakan, daerah yang menjadi rawan banjir merupakan titik aliran sungai yang hingga kini belum bisa tertangani. Itu terjadi akibat keterbatasan dana. Kerawanan tersebut bisa muncul, karena tanggul sungai jebol atau meluapnya debit air sungai. Dari 38 titik rawan banjir itu, kata dia, terbanyak berada di Kabupaten Brebes, yakni 18 titik. Selebihnya, tersebar di Kabupaten Tegal, Kota Tegal, Kabupaten Pemalang, Kabupaten Pekalongan, dan Kabupaten Batang. (H38-15) Irigasi Wora-wari Ambrol BATANG - Sawah seluas sekitar 41 hektare di Desa Brokoh, Kecamatan Wonotunggal, Kabupaten Batang terancam tidak bisa ditanami. Itu akibat saluran irigasi Wora-wari ambrol. Menurut Kades Darmanyoto SPd, ambrolnya saluran penyuplai pasokan air ke sawah itu terjadi Minggu (24/10) lalu. Saat itu, di Kecamatan Wonotunggal terjadi hujan lebat disertai angin kencang. Kali Kupang meluap hingga menggerus talut Selain itu, juga bebatuan di dasar kali hanyut. Beberapa di antaranya menghantam tebing sebelah kiri. Sehingga, talut dengan ketinggian 3,80 meter longsor ke dasar Kali Kupang. Padahal, di atas talut itu merupakan saluran irigasi. Akibat penahan longsor, bagian atas juga ambrol sepanjang 23 meter. ''Praktis, sejak tertimpa bencana alam itu, pasokan air tidak bisa mengalir. Saluran sepanjang sekitar satu kilometer pun terputus,'' ujarnya. (ar-61) Diminta Bentuk Perda TKI BREBES -Terkait banyak kasus yang menimpa tenaga kerja Indonesia (TKI) asal Brebes, Pemkab diminta membuat perda pengatur mekanisme seseorang diperbolehkan bekerja di luar negeri. Karena, ada tenaga kerja yang mengalami penganiayaan di tempat kerja, tidak diperbolehkan pulang dan tidak diberikan hak-haknya. Hal itu disampaikan Ketua LSM Masyarakat Jaga Kali (Mas Jaka) Mahfudin SS, kemarin. Mahfudin berharap, Pemkab dapat melihat realitas bahwa tidak sedikit warga Brebes yang memilih menjadi TKI di luar negeri. Namun nasib mereka banyak yang tidak menguntungkan. ''Pemkab tak perlu malu bahwa banyak warga yang menjadi TKI. Yang penting bagaimana ada regulasi perlindungan, misalnya dengan membuat perda,'' katanya. Dari data yang dimilikinya selama pendampingan terhadap tenaga kerja bermasalah, ujar dia, banyak TKI yang berangkat secara ilegal. Selain mereka menggunakan jalur ilegal karena memilih jalan pintas, juga sebab tidak tahu ada PJTKI legal yang dapat memberangkatkannya ke luar negeri. Hal itu menurutnya terkait sosialisasi yang kurang maksimal.(J16-52) Sindikat Penipuan Ditangkap KAJEN - Seorang anggota sindikat penipuan dan penggelapan yang beroperasi di sejumlah daerah Eks Karesidenan Pekalongan, Achmad Januri (27), Rabu (21/11) pukul 12.00 diringkus Tim Resmob Polda Jateng di Tirto, Kabupaten Pekalongan. Warga Rowosari Ulujami itu sempat melawan ketika akan ditangkap oleh tim yang dipimpin Bripka Sunarto. Tiga pelaku lain masih buron. Dari tangan tersangka, polisi menyita barang bukti berupa motor Supra X G-4526-M, beberapa SIM Card Hp dan beberapa lembar giro bernilai puluhan juta rupiah. Dari hasil penyelidikan, pelaku telah melakukan aksinya di tujuh lokasi. Modusnya, berpura-pura membeli produk tesktil dan konfeksi kepada beberapa pengusaha di Desa Sukorejo (dua kali) , Rowosari, Tasikrejo, Pagergunung, dan Botekan Kecamatan Ulujami, Pemalang. Tak Bisa Dicairkan Untuk pembayaran, ia menjanjikan kepada korban membayar dengan giro. Namun, giro itu tak bisa dicairkan.Pelaku juga pernah menipu di Jakarta. Korban yang sudah melapor ke polisi di antaranya Sarkowi (45), Karmui (34),Tohir (40), Ahmad Ghozali (40), Joko (45), semuanya warga Ulujami Pemalang. Mereka mengaku ditipu antara Rp 6 juta -50 Juta. Sebagian korban juga ada yang kehilangan motor karena dipinjam pelaku tapi kemudian dibawa lari. Sedangkan di Jakarta, ia membawa lari Hp dari sebuah galeri.(G16-61) |