logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 22 Nopember 2007 PANTURA
Line

Sukses Bisnis Tanaman Hias

Enam Tahun, Aset Rp 2 Miliar

BISNIS tanaman hias kini makin digandrungi sebagian orang. ''Usaha tanaman hias ini benar-benar menjanjikan. Ini merupakan momentum tepat bagi yang belum mempeoleh pekerjaan untuk menggelutinya,''ujar pemilik Indra Nursery, Ir Johan Rudy MSi, warga Perum Wirosari I Blok D No 23 Sambong.

Alumnus Sekolah Tinggi Perkebunan (Stiper) Yogyakarta itu boleh jadi merupakan pelopor pengembangan tanaman hias, jenis epuporbia, adenium, maupun anthurium. Di halaman belakang rumahnya, terdapat bunga kelas eksklusif. Ia mulai menggeluti tanaman hias sejak tahun 2000. Semula tahun 1998, dia bisnis kayu sengon atau albasia.

''Tahun 200,1 saya mengawali usaha tanaman hias dengan modal Rp 1 juta dan membeli puluhan bibit jenmanii daun lima dengan panjang 1,5 cm dengan harga Rp 15.000. Dalam waktu enam tahun, tanaman dengan dua daun panjang 1 cm laku Rp 275 ribu. Bahkan ada yang sampai Rp 500 ribu,''tutur Johan.

Di tempat penjualan di bawah pohon durian kini tersimpan berbagai bunga dari bermacam umur dan kelompok atau jenis. Salah satu koleksinya gelombang cinta dengan tongkol enam, panjang daun 125 cm dibeli kolektor dengan harga Rp 90 juta.

''Usaha tanaman hias tidak berat. Modalnya tekun dan telaten dan menjaga kualitas tanaman, pasti pembeli datang sendiri. Saya menilai tanaman hias ini salah satu UKM yang menjanjikan untuk dijadikan kegiatan bisnis,''tandasnya

Enam tahun sudah, berkecimpung dalam usaha tanaman hias kini asetnya sudah mencapai sekitar Rp 2 miliar.

Pola Kemitraan

Dalam menjalankan usahanya dia melakukan pola kemitraan. Kegiatannya meliputi, penggorengan skam untuk memenuhi kebutuhan media tanam, pengayakan batu bara, kotoran kambing untuk pupuk kandang. Pot bunga maupun tanaman hias.

''Kemitraan ini kami lakukan dalam rangka pemberdayaan sehingga memberi peluang kepada masyarakat lain untuk mengembangkan usahanya. Untuk tanaman hias, disamping memenuhi pasokan, juga untuk saling tukar informasi, maupun membantu masalah pemasaran maupun kebutuhan barang,''papar dia.

Meskipun tempat usahanya tidak di pinggir jalan raya, namun dalam pemasaran Indra Nusery yang dikelolanya tidak kesulitan. Ia sudah dikenal pecinta tanaman hias di wilayah eks Karesidenan Pekalongan, Semarang, Solo, Yogyakarta dan kota-kota besarnya lainnya.

Bahkan, kota-kota tempat penghasil tanaman hias di Jatim seperti Surabaya, Madiun, Lamongan, Blitar, dan Gresik. ''Kami memakai strategi jemput bola, yaitu dengan mengikuti berbagai pameran termasuk menggelar tanaman hiasnya di Soropadan Agro Expo (SAE) Temanggung. Kami membidik pasaran dari pameran.''

Bagi penggemar tanaman hias, bisa menyaksikan koleksinya yang spetakuler saat digelar Batang Trend Athurium mulai Minggu (25/11)-Selasa (4/12). Diantaranya beberapa indukan, seperti bonsai adenium yang sudah berusia 80 tahun. Serta indukan hasil persilangan jenmanii dengan gelombang cinta berukuran raksasa berusia 15 tahun yang dibelinya dengan harga Rp 140 juta. (Arif Suryoto-61)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA