| Kamis, 22 Nopember 2007 | OLAHRAGA |
p.e.r.s.o.n.a.lTenis, Bukan PianoSEBUAH alasan simpel menyebabkan Anna Chakvetadze menekuni dunia tenis profesional hingga kini. Gadis Rusia berusia 20 tahun itu memilih tenis untuk menghindari les piano. "Pertama-tama aku belajar piano, tapi aku sama sekali tak menyukainya. Ketika aku mulai bermain tenis, aku sungguh menyenanginya," tutur dia kepada Reuters. Ketika itu, usia Chakvetadze baru delapan tahun. Penyuka cokelat itu kemudian meminta orang tuanya agar memperbolehkan dia berhenti belajar piano. Tanpa syarat apapun, keinginan itu segera dituruti ayah dan ibu Chakvetadze. "Orang tuaku tak pernah memaksaku melakukan hal yang tak kusuka. Itu sebuah sikap yang bijak karena anak-anak tak ingin mengerjakan apa yang tak disukai oleh mereka. Ibu memang menyuruhku belajar piano, tapi karena aku tak suka maka aku tak melakukannya sampai sekarang," terang peringkat enam WTA tersebut. Menurut Chakvetadze, mungkin saat ini dia telah menjadi seorang pemain piano yang baik jika menuruti ibunya. Namun, dia lebih bahagia menjadi seorang petenis yang baik. (H29-78) |